
Laporan: Asti Ediawan
Sejumlah pegiat lingkungan dari unsur kaum ibu yang tergabung di keanggotaan Bank Sampah Sasak Berkreasi 07 Limo tak hanya berkonsentrasi dalam aktivitas memilah dan mengelola sampah non organik saja namun puluhan kaum ibu anggota BS. Sasak Berkreasi kini melaksanakan bisnis budidaya Maggot.
Ketua Bank Sampah Sasak Berkreasi 07 Limo, Yuliawati mengatakan, kegiatan budidaya maggot yang dikelola BS. Sasak Berkreasi merupakan aktivitas tambahan dari kegiatan mengelola sampah non organik sebagaimana yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir, namun meski demikian, pihaknya sangat serius dalam melaksanakan kegiatan budidaya maggot lantaran usaha budidaya memiliki prospek yang menjanjikan jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
“Kami melihat bisnis budidaya maggot prospeknya sangat bagus karena pangsa pasarnya jelas dan pengelolaannya juga cukup sederhana dan tidak terlalu sulit, oleh sebab itu kami tertarik dengan bisnis budidaya maggot apalagi kegiatan nya masih berkaitan dengan pengelolaan sampah karena selain dijual, maggot bisa di jadikan sebagai pengurai sampah organik sehingga dapat mengurangi jumlah sampah terbuang,” ungkap Yuli.

Dia mengatakan, perlahan tapi pasti kegiatan budidaya maggot yang dikelola oleh para anggota Bank Sampah Sasak Berkreasi terus mengalami peningkatan dan hal ini yang membuat para pegiat lingkungan di BS Sasak Berkreasi semakin bersemangat melakoni aktivitas budidaya maggot.
“Alhamdulillah meskipun hasilnya belum banyak tapi secara progres hasil panen maggot terus meningkat, mudah mudahan bisnis budidaya maggot ini nanti bisa menjadi alternatif utama guna untuk menambah penghasilan para anggota Bank Sampah,” imbuhnya.
Kreatifitas kelompok masyarakat atau para pegiat lingkungan melakukan kegiatan budidaya Maggot direspon positif oleh Koordinator Unit Pengolahan Sampah (UPS) Limo, Casmin HS.
“Ya, siapapun boleh melaksanakan kegiatan budidaya maggot kami sangat menghargai para pihak yang ingin membantu upaya mengurangi sampah terbuang karena teknisnya maggot adalah jenis larva serangga yang sangat cepat mengurai sampah organik hingga tak tersisa sehingga dengan demikian secara langsung dapat mengurangi jumlah sampah organik terbuang,” papar Casmin.
Selain merespon positif kegiatan budidaya maggot, Casmin juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan aktivitas memilah sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga.
“Sampah organiknya bisa untuk pakan maggot dan sampah non organik dapat dioptimalkan untuk bahan kerajinan tangan atau dijual ke pengepul barang rongsokan, semua bisa berguna dan bermanfaat,” pungkas Casmin. n Asti Ediawan








