
Margonda | jurnaldepok.id
Baru tiga bulan menjabat Ketua TP PKK Kota Depok, Hj. Siti Barkah Hasanah langsung menunjukkan kinerjanya dan mampu menghantarkan Kota Depok meraih Rekor MURI diajang pengumpulan minyak jelantah (Mijel).
Hal itu dilakukan dalam upaya menyelamatkan alam dengan mengumpulkan minyak jelantah sebanyak 45.300 liter. Dimana Pemkot Depok melalui gerakan PKK berhasil memecahkan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, Pemerintah Kota Depok berhasil meraih rekor MURI untuk pengumpulan minyak jelantah oleh peserta terbanyak, yakni sebanyak 45.300 liter dari 220 ribu warga Depok berkolaborasi dengan Greenia.

Dia menambahkan, pengumpulan ini dilakukan melalui program SERA MIJEL SAE (Sembako Rakyat Minyak Jelantah Sampah Ekonomis) selama dua bulan terakhir oleh kader Tim Penggerak PKK Kota Depok, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan, dengan melibatkan dukungan aktif dari ratusan ribu warga.
“Hari ini kita sama-sama menyaksikan penyerahan Rekor MURI terhadap pengumpulan minyak jelantah terbanyak yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Kota Depok, PKK Kecamatan, Kelurahan, serta seluruh mitranya,” ujarnya, Minggu (06/07/25).
Ia menyebutkan, jumlah minyak jelantah yang terkumpul selama dua bulan mencapai 45.300 liter, berasal dari 63 kelurahan se-Kota Depok dengan dukungan sekitar 220 ribu kader dan relawan.
“Ini merupakan upaya kita menyelamatkan alam sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Kita mencintai alam kita, kita mencintai generasi kita. Salah satu upaya jangan sampai alam kita tercemar minyak jelantah,” katanya.
Menurut dia, minyak jelantah yang terkumpul tidak sekadar disimpan, melainkan diolah kembali menjadi bioavtur atau bahan bakar pesawat terbang melalui kerja sama dengan pihak Greenia.
“Minyak jelantah ini diolah untuk menjadi bahan bioavtur, bahan bakar pesawat. Sekali lagi mudah-mudahan Depok menjadi bagian yang berkontribusi terhadap menjaga lingkungan alam khususnya di Kota Depok,” ujarnya.
Dalam program ini, warga juga mendapat apresiasi langsung berupa penukaran 3 liter minyak jelantah dengan 1 liter minyak goreng baru, sebagai bentuk partisipasi aktif dan tanggung jawab bersama dalam pelestarian lingkungan.
Supian menegaskan, gerakan ini tidak berhenti hanya pada rekor semata.
“Targetnya bukan rekor MURI, tetapi jangan sampai minyak jelantah tercecer di alam Kota Depok, sehingga kita kumpulkan. Alhamdulillah, Greenia dalam hal ini bisa memberikan apresiasi,” paparnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah menambahkan, rekor tersebut diraih atas aksi kolektif ribuan kader PKK yang mengumpulkan minyak jelantah untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
“Tak tanggung-tanggung, lebih dari 200 ribu kader PKK terlibat aktif, dengan 1.500 di antaranya hadir langsung dalam acara puncak pemecahan rekor di Balai Kota Depok,” tandasnya.
Dikatakannya, Depok tidak punya laut, tidak punya gunung, tapi Depok memiliki minyak jelantah yang luar biasa.
“Ini tambang emas yang bisa kita manfaatkan demi lingkungan dan masa depan cucu kita,” jelasnya.
Cing Ikah menambahkan, gagasan gerakan Sera Mijel Sae muncul setelah dirinya berdiskusi dengan Wali Kota Depok. Saat itu, Wali Kota menitipkan satu pesan penting bahwa PKK harus ambil bagian dalam menyelesaikan persoalan sampah yang menjadi masalah krusial di Kota Depok.
Dari situ, kata dia, PKK menggandeng mitra swasta seperti Grenia, perusahaan pengelola limbah minyak jelantah yang telah teruji secara laboratorium.
“Minyak jelantah bisa dijadikan bahan bakar pesawat dan sarana edukasi bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Lebih dari sekadar rekor, Cing Ikah menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk nyata peran serta masyarakat dalam membangun kota yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.
Ia pun mengapresiasi seluruh kader PKK dan mitranya yang selama ini setia mendukung program lingkungan. n Aji Hendro








