
Sawangan | jurnaldepok.id
Setelah menyasar sejumlah camat di wilayah Kota Depok, kini giliran Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Ma’mun Pratama yang namanya dicatut oleh pelaku penipuan.
Kepada Jurnal Depok, Ma’mun mengatakan, aksi jahat pelaku dicurigai oleh salah satu temannya yang tinggal di Kota Bandung terhadap rentetan Chat yang mengatasnamakan dirinya namun nomor handphon nya berbeda dari nomor yang sudah di Save di Hp temennya tersebut.
“Begini ceritanya, saya punya teman di Bandung menerima WhatsApp dari pelaku yang intinya pelaku minta ditransfer sejumlah uang untuk bisnis pembelian unit mobil Pajero, sehubungan nomor yang digunakan bukan nomor hp saya yang sudah di save oleh teman saya, dia merasa curiga dan spontan menghubungi saya memalui nomor hp yang sudah ada pada teman saya itu,” ungkap Ma’mun.

Ma’mun menambahkan dalam percakapan via WA, sang pelaku penipuan membujuk temannya agar bersedia mengirimkan uang untuk membeli unit Pajero yang katanya jika dijual lagi akan mendapatkan keuntungan besar lantaran harga unit mobil Pajero tersebut jauh dibawah harga pasaran.
“Dalam percakapan di WA, pelaku sangat massif merayu dan meyakinkan teman saya agar membantu dana untuk pembelian mobil Pajero, beruntung teman saya tidak menjadi korban,” ungkapnya.
Ma’mun mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk berhati hati agar tidak menjadi korban aksi penipuan dengan modus mencatut nama orang lain sebab lanjutnya aksi jahat semacam ini kerap menimbulkan korban lantaran sang korban gampang percaya dan langsung menuruti arahan dari sang pelaku kejahatan.
“Dari jaman dulu saya nomor HP saya enggak pernah ganti, tiba tiba ada nomor lain yang mengatasnamakan saya dan menampilkan Poto saya di profil hp nya untuk menipu teman saya, ini harus diwaspadai oleh semua masyarakat,” tandasnya.
Dikatakannya, pelaku penipuan tidak hanya menghubungi teman yang berada di Bandung saja namun sejumlah kolega dan temannya yang tinggal di wilayah Kota Depok dan sekitarnya.
“Dia (pelaku,red) enggak cuma menghubungi satu teman saya saja tapi banyak teman saya yang mendapat WA dengan modus sama dari si pelaku, oleh sebab itu sekali lagi saya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak gampang percaya terhadap aksi penipuan dengan modus mengatasnamakan orang lain,” pinta Ma’mun.
Sebelumnya kasus serupa terjadi pada sejumlah pejabat pemerintahan diantaranya Camat Limo Sudadih dan Camat Cinere H. Mursalim.
Modus dan cara pelaku mengelabui calon korban masih sama yakni menggunakan poto dan nama pejabat kemudian menghubungi sejumlah relasi, teman, mitra kerja bahkan kerabat, hanya saja pada kasus yang menimpa Camat Limo dan Cinere saat itu sasaran bidik pelaku kejahatan lebih difokuskan kepada sejumlah pimpinan lembaga pendidikan formal dan pengurus yayasan Pendidikan. n Asti Ediawan








