Rangkaian Lebaran Depok Berlanjut, Hari Ini Giliran Emak-emak Nyuci Perabotan

1114
Emak-emak KOOD saat Nyuci Perabotan di rangkaian Lebaran Depok 2025.

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Setelah sukses menggelar Ngubek Empang kemarin, Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) hari ini menggelar kegiatan nyuci perabotan di pancuran Rumah Budaya, Kecamatan Pancoran Mas. Kegiatan itu tak lain masih dalam rangka memeriahkan Lebaran Depok yang digelar 11-17 Mei 2025.

Ketua Kumpulan Orang Orang Depok, Ahmad Dahlan mengatakan, tradisi Nyuci Perabotan sudah ada sejak zaman dahulu saat menyambut Idul Fitri. Dalam pelaksanaannya, ibu-ibu atau Wadon mengeluarkan segala perabotan rumah untuk dicuci sebelum hari raya datang.

“Rangkaian Lebaran Depok atau orang Depok budayanya zaman dulu, ketika menghadapi Hari Raya Idul Fitri ini banyak budaya adat istiadat atau kebiasaan yang dipersiapkan, salah satunya hari ini Nyuci Perabotan,” ujarnya, Senin (12/05/25).

Selain membersihkan perabotan secara fisik, Dahlan mengungkapkan, tradisi ini juga menyimpan makna filosofis.

“Saat puasa Ramadan sebulan penuh, jiwa dan raga kita sedang dibersihkan dari segala kotoran. Untuk itu, saat menyambut Hari Raya Idul Fitri perabotan rumah juga harus bersih. Jadi menjelang Hari Raya Idul Fitri ini disamping jiwa kita juga yang puasa, berpuasa satu bulan penuh dan kembali kepada fitrahnya di Idul Fitri,” katanya.

Dia menambahkan, peralatan rumah tangga juga harus bersih, rumah harus bersih, semuanya di Hari Raya Idul Fitri itu juga bersih.

Melalui Lebaran Depok ini, diharapkan generasi muda dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan masyarakat Betawi di Kota Depok.

Meskipun, kata dia, tidak menutup kebudayaan masyarakat pendatang juga berkembang di wilayah Kota Depok yang majemuk ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah menjelaskan, kegiatan di Rumah Budaya Rawa Denok sebagai rangkaian dari Lebaran Depok 2025.

“Kegiatan hari ini bagian dari rangkaian Lebaran Depok tahun 2025, yang mana hari ini ada Nyuci Perabotan,” jelasnya.

Melalui berbagai pentas budaya dan peragaan tradisi ini, Chandra menilai banyak memberikan makna positif bagi masyarakat.

“Ini adalah kearifan lokal orang Depok, di mana yang kemudian banyak memberikan arti dan makna positif di Kota Depok,” ungkapnya.

Salah satu Wadon KOOD, Jumiyati merasa senang dengan mengikuti kegiatan Nyuci Perabotan.

“Dulu kecil kami Nyuci Perabotan, ada dangdang, kuwali di air pancoran,” tukasnya

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar ajang bersih-bersih, melainkan sebuah cara untuk melestarikan kebudayaan lokal yang sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Depok.

“Nyuci Perabot ini menjadi simbol persiapan Lebaran ala warga Depok, yang tidak hanya membersihkan rumah, tetapi juga memperhatikan perabotan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Dia menambahkan, meskipun Depok adalah kota yang sangat heterogen dengan beragam suku dan budaya, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal seperti tradisi Nyuci Perabotan.

“Kita harus mencintai kota ini, menjaga kebudayaan yang ada, sekaligus menghargai keberagaman yang ada di dalamnya,” katanya.

Setelah menggelar Nyuci Perabotan, rangkaian Lebaran Depok 2025 akan dilanjutkan dengan kegiatan Ngaduk Dodol yang dipusatkan di lahan Pemkot Depok di kawasan Boulevard GDC, Perempatan Pasar Pucung, Cilodong. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here