
Margonda | jurnaldepok.id
Fraksi di DPRD Depok yang tergabung dalam Koalisi Perubahan Depok Maju all out mendukung rencana Wali Kota Depok, H. Supian Suri yang akan mengubah lahan eks SDN Pondok Cina 1 di Jalan Margonda, menjadi gedung kreatif untuk anak istimewa (anak berkebutuhan khusus).
Ketua Fraksi Partai Gerindra Kota Depok, H. Edi Masturo menilai, langkah tersebut merupakan solusi tepat, mengingat Kota Depok hingga saat ini belum memiliki fasilitas pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas.
“Saya atas nama Ketua Fraksi Partai Gerindra Kota Depok mendukung penuh kebijakan Pak Wali Kota yang ingin menjadikan eks SDN Pondok Cina 1 menjadi gedung kreatif anak Istimewa,” ujarnya, kemarin.

Edi menambahkan, kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan inklusif makin mendesak. Ia juga memastikan, selain sekolah, akan dibangun musala megah di dalam kompleks tersebut sebagai fasilitas ibadah bagi masyarakat sekitar.
“Musala megah itu Insya Allah akan dibangun satu kawasan dengan sekolah disabilitas. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait keberadaan rumah ibadah di lokasi tersebut,” paparnya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Fraksi PAN DPRD Depok, Igun Sumarno. Ia menyatakan, PAN sejak awal menolak rencana alih fungsi lahan sekolah menjadi rumah ibadah, dan mendukung agar fungsi pendidikan tetap dipertahankan.
“Saya sejak masa wali kota sebelumnya sudah menyampaikan bahwa PAN tidak setuju alih fungsi sekolah menjadi masjid. Maka ketika sekarang rencananya dijadikan sekolah anak istimewa, kami sangat mendukung,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PPP sekaligus Ketua DPC PPP Depok, Mazhab HM juga menyampaikan pandangan senada. Ia menyebut, sejak awal aspirasi masyarakat adalah mempertahankan fungsi lahan sebagai sekolah.
“Kalau bicara aspirasi warga, sejak awal mereka ingin tempat itu tetap jadi sekolah, bukan diubah menjadi masjid. Karena di sekitar sana sudah ada masjid, dan pendidikan dinilai lebih dibutuhkan,” jelasnya.
Ketua DPD Partai Nasdem Kota Depok, Samsul Ma’arif juga mendukung rencana Wali Kota Depok mendirikan gedung kreatif untuk anak istimewa di bangunan eks SDN Pondokcina 1.
“Kami mendukung rencana Pemerintah Kota Depok yang disampaikan oleh Wali Kota Depok untuk mendirikan gedung kreatif untuk siswa atau anak istimewa,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan gedung kreatif untuk siswa Istimewa sangat mendesak di Kota Depok, mengingat saat ini baru ada satu SLB Negeri di Kota Depok.
“Faktanya memang Depok baru memiliki satu SLB Negeri, jadi pendirian SLB Negeri sangat mendesak,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris DPD Partai Nasdem, Roy Pangharapan mengungkapkan, penolakan rencana pendirian gedung kreatif untuk anak istimewa oleh salah satu anggota DPRD dari PKS k sangatlah kurang tepat.
“Penolakan dari anggota DPRD itu sangat tidak tepat, sebagai orang yang katanya mewakili rakyat, rakyat yang mana,” tukasnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuni Indriani menegaskan, pihaknya siap mendukung sepenuhnya kebijakan dan program yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.
“Kami dari PDI Perjuangan mendukung segala kebijakan dari Pak Wali dan Pak Wakil, termasuk rencana pengubahan fungsi SD Pondokcina 1 menjadi sekolah inklusi atau fasilitas pendidikan lain yang bermanfaat,” tegasnya.
Yuni menyampaikan, dukungan ini sekaligus sebagai wujud kepercayaan dan penghormatan terhadap kepemimpinan Wali Kota Depok saat ini yang dinilai menjadi panutan.
“Kami optimistis alih fungsi lahan tersebut akan memberikan manfaat besar khususnya bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus di Depok,” tegasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Depok, H. Supian Suri menyampaikan keinginannya untuk menjadikan lahan eks SDN Pondokcina 1 sebagai sekolah anak istimewa dalam acara “Nyedengin Baju” Lebaran Depok.
Namun dalam rapat paripurna DPRD Depok, Senin (19/05/25), Fraksi PKS melalui anggotanya, Ade Firmansyah, menyatakan penolakan atas rencana tersebut. n Aji Hendro








