

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab HM menilai setelah Wali Kota Depok, Mohammad Idris tak lagi mencalonkan diri karena telah berakhirnya periodenisasi kepemimpinan, maka tak perlu ada yang ditakuti bagi siapa saja yang ingin mencalonkan diri di Pilkada Depok November mendatang.
“Pilkada November nanti bukan PKS lagi yang perlu ditakuti oleh pihak mana pun. Kemenangan PKS di pileg dan pilkada tiga periode kemarin karena faktor ketokohan Kiai Idris,” ujar Mazhab kepada jurnaldepok.id, Minggu (14/04/24).
Menjamurnya relawan Idris dan ketokohannya, kata Mazhab, menjadi nilai plus dan amunisi tambahan bagi sosok Idris di tiga kali pilkada Depok.
“Perlu diakui, ketokohan Kiai Idris di Depok selama tiga periode kemarin tidak perlu diragukan lagi. Kami menilai Kiai Idris lah yang mendulang suara terbanyak di tiga kali pilkada, masyarakat lebih melihat sosok ketimbang partai, terlebih para relawannya bekerja sangat massif,” paparnya.
Dari itu, pria yang akrab disapa Prof Mazhab itu menilai tidak ada yang perlu ditakuti di Pilkada Depok nanti termasuk dengan PKS.
Sebelumnya Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Politik (PSHP) Kota Depok, Bernhard telah merilis secara resmi hasil survey politik terkait figur yang kuat untuk maju di Pilkada Depok pada November mendatang.
Survei digelar sejak 24 Januari hingga 24 Februari 2024 kemarin. Survey tersebut melibatkan 300 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak di 11 Kecamatan se-Kota Depok.
Pihaknya memberikan pertanyaan kepada responden untuk dijawab dengan pertanyaan Bakal Calon Wali Kota Depok mana yang berpotensi dalam kontestasi pemilihan Wali Kota di November nanti.
“Bahwa responden yang dipllih adalah tidak memiliki latar belakang partisan partai politik tertentu. Mereka berusia mulai 18 sampai 55 tahun, dengan klasifikasi sosial beragam mulai dari buruh migran, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan swasta, kelompok profesi, tokoh masyarakat, pelajar hingga pencari kerja,” ujar Bernhard kepada Jurnal Depok, Selasa (12/03/24).
Survey polltik ini, kata dia, dilaksanakan dengan margin of error 5 % dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 %.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pertanyaan yang disajikan kepada 300 responden adalah untuk mengetahui elektabilltas Bakal Calon Wali Kota Depok yang berpotensi untuk menjadi Wali Kota Depok pada Tahun 2024.
“Dengan alasan lebih memahami tentang seluk beluk pemerintahan dan memiliki pengalaman dibidang pemerintahan,” jelasnya.
Bahwa berdasarkan hasil survey tersebut Bernhard mengungkapkan, prosentase dari masing-masing bakal calon Wali Kota Depok yang berpotensi untuk maju dalam pemilihan kepala daerah sebagi berikut:
1. Supian Suri 44,8%
2. Imam Budi Hartono 26,5%
3. H Pradi Supriatna 9,3%
4. Farabi El Fouz 8,6%
5. HM Hasbullah Rahmad 4,5%
6. Hj Qonita Lutfiyah 1,3%
Sebagaimana telah diuraikan di atas, kata Bernhard, berdasarkan fakta politik responden yang berasal dari non partisan (tidak berafiliasi ke partai tertentu) lebih cenderung memilih bakal calon wali kota yang tidak memiliki latar belakang politik atau bukan kader parpol untuk menjadi Wali Kota Depok periode 2024-2029. n Rahmat Tarmuji








