
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Keberhasilan Mazhab HM meraih kursi parlemen pada perhelatan pemilihan anggota legislatif (Pileg) tahun 2024 tak pelak memposisikan dirinya sebagai anggota dewan terlama sepanjang sejarah Republik Indonesia dengan menjadi anggota DPRD tujuh periode mengungguli raihan prestasi yang dicapai oleh politisi senior PDIP, Pongtasik yakni salah satu anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) yang pada Pemilu tahun ini tercatat sebagai peserta calon legislatif untuk ke enam kalinya.
Kepada Jurnal Depok, politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menceritakan kisah perjalanan kariernya di dunia politik yang sudah dilakoninya sejak zaman orde baru hingga saat ini.
“Saya mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1995, waktu itu saya jadi kader partai PPP Depok dan selang beberapa tahun kemudian saya mencoba mencalonkan diri sebagai anggota DPRD. Alhamdulillah terpilih sebagai anggota dewan dari perwakilan wilayah Depok dan berkantor di kawasan Cibinong Kabupaten Bogor, lantaran pada saat itu Depok masih berstatus sebagai Kota Administratif yang menjadi bagian dari Pemerintahan Kabupaten Bogor,” kenang Mazhab, Selasa (20/02/24).

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika Depok memisahkan diri dari Kabupaten Bogor pada tahun 1999, dirinya bersama beberapa anggota dewan dari partai lainnya berkantor di lingkungan perkantoran Wali Kota Depok di Jalan Raya Margonda kemudian setelah itu kembali berpindah kantor di kawasan Grand Depok City (GDC), Cilodong.
Dikatakannya, keputusan untuk tetap berjuang di jalur politik dibawah bendera PPP merupakan wujud kecintaan dirinya terhadap partai berlambang Ka’bah yang notabene merupakan salah satu partai tertua di negeri ini yang masih eksis dan komitmen sebagai satu-satunya partai berazaskan Islam.
“Saya tidak pernah pindah partai, sejak awal hingga sekarang tetap di PPP, itu merupakan bentuk loyalitas saya terhadap PPP. Jika ada yang bertanya kenapa saya tetap bertahan di posisi DPRD tingkat Kota, itu lebih karena masih banyak hal yang perlu saya perjuangkan untuk kesejahteraan warga, khususnya masyarakat Pancoran Mas dan umumnya seluruh warga Kota Depok,” imbuhnya.
Meskipun sudah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai wakil rakyat, namun putra kelahiran Kampung Parung Bingung tak pernah berpikir tentang bentuk penghargaan atas segala pengabdian yang telah dia lakukan untuk rakyat.
“Saya enggak pernah berpikir soal penghargaan, karena bagi saya bisa berbuat dan membatu masyarakat itu sudah merupakan penghargaan tersendiri yang tak ternilai harganya,” tandasnya.
Konsistensi Mazhab menjadi sebagai pejuang aspirasi masyarakat disambut baik oleh berbagai kalangan.
Komarudin, salah satu tokoh mayarakat yang berdomisili di wilayah Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, mengapresiasi terhadap perjuangan Mazhab dalam membela kepentingan masyarakat.
“Kemampuan beliau dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat sudah tidak diragukan lagi, beliau sudah sangat banyak berbuat untuk masyarakat. Makanya tidak mengherankan jika warga masih menginginkan beliau untuk tetap menjadi anggota dewan, meskipun sebelumnya beliau sudah melewati enam periode, dan kini kembali terpilih sebagai anggota dewan untuk periode ke tujuh,” kata Dokang, sapaan akrab Komarudin.
Pernyataan senada disampaikan oleh Sugiyo. Warga RT 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, itu mengatakan, Mazhab memiliki segudang pengalaman di dunia perpolitikan.
“Pak Mazhab sudah sangat berpengalaman membantu memperjuangkan kepentingan masyarakat, beliau layak untuk terus menjadi wakil rakyat dan beliau layak mendapat julukan sebagai anggota dewan terlama,” pungkas Sugiyo. n Asti Ediawan








