
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Melonjaknya harga beras pada dua pekan terakhir dirasakan sangat memberatkan warga, terlebih kenaikan harga beras juga diikuti oleh sejumlah harga komoditas pangan lain seperti sayur mayur dan rempah.
“Harga beras kualitas kurang bagus sudah mencapai Rp 15 hingga 16 sekilo sedang untuk beras kualitas sedang dan bagus harganya sudah tembus Rp 18 ribu sekilo, belum lagi sejumlah kebutuhan pokok lain seperti telur, daging ayam, dan sayur mayur juga cabe ikut ikutan naik, ini sangat memberatkan kami para ibu rumah tangga,” ujar Rosanih salah satu ibu rumah dikawasan Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, kemarin.
Keluhan senada dilontarkan oleh Minarni salah satu ibu rumah tangga di wilayah Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo.

“Harga harga bahan pokok pangan tiap hari naik, gimana kalau begini terus sampai bulan bulan puasa kami karena biasanya menjelang puasa harga pasti naik bahkan sampai lebaran, tolong dong Pemerintah turun tangan bikin pasar murah misalnya dan jangan diem aja,” pinta Minar.
Sudarmi, pemilik warung kelontong di wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo mengaku bingung apakah harus tetap membuka warung dagangan dengan harga tinggi atau berhenti sementara berjualan menunggu harga sembako stabil.
“Saya yang dagang aja bingung, apalagi konsumen saya, lagi pula dengan melonjaknya semua komoditas pangan bukan menambah keuntungan bagi kami pedagang, tapi malah sebaliknya menurunkan omzet hasil dagang kami karena daya beli konsumen turun,” katanya.
Jika bahan pokok lagi naik seperti sekarang ini, kata dia, pembeli sepi dan para langganannya belanja karena disesuaikan dengan uang belanja.
“Kami berharap kepada pemerintah untuk melaksanakan operasi pasar untuk mengendalikan harga sembako,” pinta Sudarmi. n Asti Ediawan








