
Laporan: Aji Hendro
Masyarakat memiliki kecerdasan politik, tidak hanya menjadi objek dalam pesta demokrasi. Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan itu saat menghadiri kegiatan Pemilu Damai Harmoni Kota Depok.
Dia mengatakan, warga harus menjadi subjek yang kritis dalam menentukan pilihan. Idris berharap warga menjadi pendorong pendewasaan politik.
Idris berharap warga memiliki kecerdasan politik bukan hanya objek pesta demokrasi. Ia juga menyampaikan ada tiga hal yang menjadi pilar menyukseskan Pemilu 2024.

“Pertama, adalah pemahaman untuk mengerti Pemilu. Karenanya diperlukan sosialisasi, untuk memahamkan seluruh warga dan Masyarakat,” jelasnya.
Pilar yang kedua, kata dia, adalah komitmen, komitmen bersama, komitmen bangsa, komitmen masyarakat, warga, peserta pemilu, karenanya perlu adanya deklarasi sebagai sebuah penguatan secara verbal dan penguatan secara fisik, karenanya dibubuhi tanda tangan sebagai sebuah komitmen bersama dan direalisasikan dengan evaluasi dan konsolidasi.
Idris meyakini partai politik di Depok sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait Pemilu.
“Terakhir yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini bahwa harapan terbesar dan tentu harapan kita semua, agar masyarakat memiliki kecerdasan politik, tidak hanya menjadi objek dalam pesta demokrasi,” jelasnya.
Dia mengatakan, warga harus menjadi subjek yang kritis dalam menentukan pilihan. Idris juga berharap warga menjadi pendorong pendewasaan politik.
“Marilah kita bersama-sama membangun bangsa meski dengan satu langkah kecil. Dengan sukarela tanpa pamrih menuju Indonesia jaya, khususnya total network yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” pungkasnya. n








