
Margonda | jurnaldepok.id
Calon jamaah haji (Calhaj) asal Kota Depok tertua berusia 92 tahun yakni Sainah sementara Mohammad Haekal termuda dengan usia 25 tahun. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Enjat Mujiat.
“Dia berangkat dalam rombongan kloter 10. Total semua Calhaj Kota Depok yang berangkat tahun ini ada 1.660 jemaah. Sementara Mohammad Haekal dari Pancoran Mas berusia 25 tahun,” ujar Enjat saat melepas calon jamaah haji, Sabtu (27/05/23).
Ia mengatakan, sebanyak 366 jemaah calon haji asal Kota Depok berangkat menuju Asrama Haji Embarkasi Bekasi. Mereka terbagi dalam 10 rombongan dan diantar menggunakan 10 bus, berangkat dari Balai Kota Depok.

“Insya Allah berharap semua prosesnya lancar dari Kota Depok ke Embarkasi, lalu ke Bandara hingga sampai di Mekkah,” paparnya.
Jemaah Calhaj kloter 10 atau gelombang pertama ini terdiri dari 157 laki-laki dan 209 perempuan. Sebanyak delapan petugas haji turut mendampingi jamaah di kloter ini.
“Saya berpesan kepada jamaah Calhaj untuk menjaga kesehatan, sering semprot wajah dengan air karena cuaca di sana panas dan perbanyak minum air putih,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Depok, Yuli Rahmawati menambahkan, ada beberapa aktivitas yang akan dilakukan jamaah Calhaj ketika berada di asrama haji Embarkasi Bekasi.
Di antaranya, pengecekan kesehatan, pembinaan manasik haji, pembagian living cost, pembagian paspor dan gelang identitas, serta pengecekan dokumen oleh pihak Imigrasi.
“Alhamdulillah jamaah asal Jawa Barat dapat keuntungan fast track, seharusnya proses Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, tapi sekarang dilakukan di asrama haji Embarkasi,” tandasnya.
Di lokasi sama, Mohammad Haekal kepada wartawan mengatakan dia sudah lama ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
“Sejak tahun 2012 kami antri, alhamdullilah kami tahun ini bisa berangkat ke tanah suci,” pungkasnya. n Aji Hendro








