Pemkot Depok Dampingi Balita Yang Menjadi Korban Dugaan Kekerasan Tenaga Terapis

123
Tampak depan balaikota depok

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok mendampingi kasus kekerasan terhadap anak pengidap autis yang kepalanya dijepit oleh seorang terapis berinisial H di salah satu rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan pihaknya menggandeng ahli untuk mempelajari metode yang digunakan H.

“Terkait metode tadi, berdasarkan laporan dari rumah sakit ini metode terapinya, tapi kalau sampai kepala apakah memang seperti itu terapinya, ini kami masih berkoordinasi dengan organisasi profesi,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, Dinkes juga telah berkomunikasi dengan pihak rumah sakit. Terapis tersebut hanya dipindahtugaskan ke bagian administrasi.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan pembinaan dan pihak rumah sakit berdasarkan laporan tertulis sudah melakukan pemindahan yang bersangkutan ke bagian administrasi,” tuturnya.

Sementara itu kepada penyidik, H mengaku menjepit pasien terapis tersebut atas alasan prosedur penanganan.

Sebelumnya, beredar video di media sosial dimana video merekam gambar seorang bocah dijepit kepalanya oleh terapis pakai kaki hingga menjerit-jerit. Disebut-sebut, bocah itu penderita autis yang tengah diterapi di sebuah rumah sakit di Depok.

Anak itu terlihat mengenakan kaus berwarna hitam. Kepalanya dijepit menggunakan kaki oleh seorang pria berkaus kuning.

Bocah tersebut tampak berteriak-teriak sementara petugas terapi asyik bermain telepon genggamnya. n Aji Hendro

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here