
Sawangan | jurnaldepok.id
Situ Pengasinan yang berada di wilayah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, sejak enam tahun silam mengalami pendangkalan yang cukup serius.
“Tadinya kedalaman air situ mencapai 3-4 meter, namun saat ini hanya tinggal beberapa centi meter saja,” ujar Marzuki Akew, Ketua LPM Kelurahan Pengasinan kepada Jurnal Depok, Minggu (19/02/23).
Ia menjelaskan, dari luas situ yang mencapai enam hektar, kini separuhnya telah mengalami pendangkalan dan tidak terawat. Bahkan, situ kini ditumbuhi oleh rerumputan dan pepohonan liar.

“Pendangkalan terjadi akibat masuknya sedimen dari inlet situ yang berada di sebelah selatan, hal ini diduga adanya aktivitas pengerukan tanah di wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Selain itu, tak jauh dari lokasi situ juga ada peternakan ikan lele yang diduga limbahnya dibuang ke situ,” paparnya.
Terjadinya pendangkalan Situ Pengasinan ternyata juga berdampak pada geliat perekonomian di wilayah tersebut. Dimana, pengunjung atau wisatawan lokal kini mulai sepi dan banyaknya pelaku UMKM yang gulung tikar karena dagangannya tidak laku. Begitu juga dengan fasilitas wisata seperti bebek-bebekan dan motor rakit yang tidak lagi maksimal beroperasi karena lumpur semakin tinggi.
Dari itu, Akew bersama 14 RW di wilayahnya gotong royong atau berswadaya merogoh kocek masing-masing untuk merapihkan Situ Pengasinan yang dikhawatirkan akan hilang jika tidak segera ditanggulangi.
“Setelah kami berkoordinasi dengan PUPR, Alhamdulillah kini alat berat sudah diturunkan untuk melakukan pengerukan lumpur. Kami berharap Situ Pengasinan tetap menjadi ikon setelah nantinya dilakukan revitalisasi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji








