
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Penjualan Set Top Box atau STB di sejumlah toko elektronik di Kota Depok meningkat pasca adanya kebijakan pemerintah mengalihkan siaran TV analog ke TV digital.
Berdasarkan pantauan di beberapa toko elektronik di Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, warga mendatangi toko tersebut untuk membeli STB.
“Ya, mau beli STB. Tahu ada atau enggak ya,” ujar Deny, salah satu konsumen, kemarin.

Dia mengatakan, dirinya membeli STB karena televisi yang ada di rumahnya masih bertipe analog dan harus menggunakan STB agar dapat menikmati siaran TV digital.
Sementara itu penjaga toko di toko elektronik, Dadan menambahkan, ketersediaan STB di tokonya sudah kosong.
“Stok STB di toko saya sudah kosong sejak kemarin paska pengalihan televisi analog ke digital,” katanya.
Dia menambahkan, penjualan STB laris sejak awal bulan November 2022 ini.
“Awal bulan ini paling laris. Apalagi setelah siaran TV analog dimatikan pada 2 November lalu,” paparnya.
Dikatakannya, ia menjual STB sejak tiga bulan lalu dengan harga mulai Rp 170 sampai 200 ribu tergantung merknya.
Sementara itu di posko pemberian bantuan STB dari Kementrian Informasi dan Komunikasi lembaga penyelenggara multiflexing di Hotel Bumi Wiyata sudah membagikan ratusan Set Top Box ke warga.
Koordinator Ekosistem Pita Lebar, Dani Suwardani saat ditemui di Hotel Bumi Wiyata mengatakan, pendistribusian STB ke penerima sudah mencapai ratusan.
Pembagian Set Top Box gratis untuk warga tidak mampu dilakukan untuk membantu masyarakat Jabodetabek bagi yang belum mendapatkan alat STB. Masyarakat yang berhak mendapatkan Set Top Box adalah yang terdaftar di data milik Kemenko PMK.
“Nantinya mereka akan dicek, lewat databese kami dengan memasukkan NIK. Jika ada, nantinya akan terlihat jelas statusnya apakah sudah menerima atau belum,” jelasnya.
Dani mengatakan, apabila masyarakat belum menerima STB maka bisa datang ke posko untuk menerimanya.
“Nantinya akan kami buatkan berita acara untuk serah terima dan lakukan peragaan untuk instalasi STB ke televisi,” terangnya.
Sementara itu Yoyoh warga Ratujaya, Cipayung, mengeluhkan adanya penghapusan televisi analog ke digital.
“TV saya di rumah analog dan enggak mendapatkan STB dari pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu viral beberapa video warga yang membanting TV jadulnya di media sosial dikarenakan tak mampu membeli STB. n Aji Hendro








