Disetujui Kemenhub, Biskita Rute Depok-Bojongsari Siap Beroperasi Akhir Tahun Ini

69
Biskita saat melintas di Jalan Raya Margonda beberapa waktu lalu.

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok saat ini tengah mempersiapkan pengoperasian Biskita Trans Depok Koridor 2 yang melayani rute Bojongsari- Terminal Depok.

Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026 atau paling lambat Januari 2027 setelah mendapatkan persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Saat ini, BisKita Trans Depok baru melayani satu koridor, yakni Terminal Depok-Stasiun LRT Harjamukti. Penambahan Koridor 2 akan memperluas jangkauan layanan menuju wilayah Bojongsari.

“Untuk Koridor 2, pemerintah pusat masih akan memberikan dukungan pembiayaan selama kurang lebih dua tahun,” ujarnya.

Supian mengatakan, dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat yang selama ini belum memanfaatkan transportasi publik agar mulai beralih menggunakan layanan BisKita.

Sebab, pengoperasian dua koridor secara bersamaan membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar. Dia menjelaskan bahwa pemerintah pusat masih menyiapkan dukungan anggaran untuk operasional Koridor 2 dalam periode awal pelaksanaannya.

“Untuk Koridor 2, pemerintah pusat masih akan memberikan dukungan pembiayaan selama kurang lebih dua tahun,” tukasnya.

Kepala Seksi Angkutan Penumpang Dalam Kota Dishub Kota Depok, Mathaeous Ericson Siahaan mengatakan, penyediaan armada tersebut dilakukan untuk mendukung rencana pengoperasian Biskita koridor dua yang menjadi bagian dari pengembangan transportasi terintegritas Kota Depok.

“Total ada sembilan bus, akan tetapi bus yang beroperasi di jalan berjumlah delapan. Satu bus kami siapkan untuk cadangan apabila ada bus yang mengalami kendala, bus ini akan ikut digunakan,” katanya.

Layanan Biskita koridor dua rute Bojongsari – Terminal Depok akan melewati sekitar 50 halte dengan jarak tempuh 30 kilometer pulang-pergi.

Eric menjelaskan, penentuan lokasi halte mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan akses menuju fasilitas umum. Beberapa titik yang menjadi pertimbangan antara lain kantor pemerintahan, rumah sakit, dan sekolah.

“Secara keseluruhan, ada 50 halte bus, harapannya titik-titik tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah yang dilalui,” jelasnya.

Penempatan halte di sejumlah fasilitas umum diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses transportasi publik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Layanan Biskita koridor 2 sudah mendapat persetujuan dari Kemenhub,” jelasnya.

Eric menyampaikan, sejumlah tahapan administrasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat telah dilakukan. Dishub juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempersiapkan pelaksanaan layanan.

“Harapan kami, Biskita koridor dua bisa mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Namun, pelaksanaanya masih menunggu tahapan dan arahan dari pemerintah pusat,” tukasnya.

Pembukaan Koridor 2 rute Bojongsari–Sawangan–Terminal Depok bertujuan memperluas jangkauan transportasi publik sekaligus mengurai kemacetan.

“Selain rute koridor 2, Pemkot Depok juga menyiapkan Koridor 3 dengan rute Permata Depok- Citayam- Terminal Jatijajar,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here