
Margonda | jurnaldepok.id
Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Depok periode 2026–2029 resmi dilantik.
Pelantikan yang mengusung tema ‘Dari Daerah untuk Bangsa Rajutan Kreasi Lokal Menyambut Masa Depan Indonesia’ tersebut, menjadi awal perjalanan kepengurusan baru dalam menghimpun dan memperkuat ekosistem pelaku ekonomi kreatif di Kota Depok.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengatakan keberadaan Gekrafs memiliki peran strategis karena menjadi wadah yang menaungi berbagai bidang dalam ekonomi kreatif.
Ruang geraknya pun sangat luas, mulai dari seni rupa, seni pertunjukan, penerbitan, musik, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, kriya, aplikasi, pengembangan permainan, fotografi, kuliner, konten digital, hingga subsektor berbasis perkembangan teknologi.
“Artinya, ruang ekonomi kreatif sangat luas. Kreativitas tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka peluang usaha, lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi,” katanya, Selasa (25/8/2026).
Chandra menilai, perkembangan ekonomi kreatif harus menjadi salah satu perhatian bersama karena sektor tersebut memiliki kemampuan untuk terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Kota Depok memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Anak-anak muda, komunitas, seniman, pelaku kuliner, desainer, pelaku usaha hingga kreator digital menjadi kekuatan yang perlu dipertemukan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
“Kota Depok memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Kita memiliki anak-anak muda kreatif, pelaku usaha, komunitas, seniman, desainer, pelaku kuliner, hingga kreator digital yang terus menghasilkan karya,” ujarnya.
Ditegaskan bahwa potensi tersebut tidak cukup hanya dipandang sebagai kegiatan kreativitas semata. Berbagai karya yang lahir dari para pelaku kreatif harus terus didorong agar mampu berkembang menjadi produk dan kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah.
“Potensi tersebut harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi baru. Pemerintah Kota Depok siap memperkuat kolaborasi dengan Gekrafs dan seluruh pelaku ekonomi kreatif agar potensi lokal dapat berkembang, naik kelas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tukasnya.
Diapun menyambut baik terbentuknya kepengurusan DPC Gekrafs Kota Depok periode 2026–2029. Ia meminta jajaran pengurus baru dapat segera menyusun langkah kerja dan program yang konkret.
“Saya berharap kepengurusan baru ini dapat menghadirkan program yang konkret, memperluas kolaborasi, serta membuka semakin banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif Depok untuk berkembang,” harapnya.
Chandra menekankan, pelantikan tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan organisasi. Justru setelah prosesi pelantikan selesai, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk membuktikan kerja organisasi melalui kegiatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, saya ucapkan selamat mengemban amanah. Jadikan kepercayaan ini sebagai kesempatan untuk menghadirkan program-program yang nyata, inovatif, dan memberi manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Depok,” tuturnya.
Dia juga memberikan pesan khusus kepada jajaran DPC Gekrafs Kota Depok agar terus memperluas jaringan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Jangan berhenti pada pelantikan hari ini. Jadikan setiap ide sebagai karya, setiap karya sebagai peluang, dan setiap peluang sebagai manfaat bagi masyarakat. Bangun kolaborasi, rangkul para pelaku kreatif, dan pastikan ekonomi kreatif Depok terus tumbuh serta mampu bersaing lebih luas,” tambahnya.
Di lokasi sama, Ketua DPC Gekrafs Kota Depok periode 2026–2029, Yusni Nurdani mengatakan, pelantikan menjadi momentum awal bagi seluruh pengurus untuk mulai bekerja dan menyusun program organisasi.
Ia mengatakan, setelah dilantik, jajaran pengurus akan segera melakukan konsolidasi internal dengan menghimpun seluruh bidang yang ada di dalam struktur kepengurusan.
“Ini baru pelantikan. Nanti kita akan kumpulkan pengurus-pengurus Gekrafs Kota Depok. Dari bidang-bidangnya kita akan merancang program,” katanya.
Menurut Yusni, program yang akan disusun harus memiliki arah yang jelas dan dapat dilaksanakan secara nyata. Ia tidak ingin organisasi hanya hadir dengan berbagai rencana tanpa implementasi.
“Yang pasti program ini adalah program yang bisa dieksekusi dan bisa langsung ditindaklanjuti. Lebih riil. Seperti kata Pak Wakil tadi, bukan hanya slogan, bukan hanya cerita. Ada organisasi, tapi kita harus bisa melakukan program-program yang benar-benar nyata,” ujarnya.
Salah satu fokus kepengurusan baru, lanjut Yusni, adalah memperkuat peran Gekrafs sebagai wadah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Depok.
Melalui wadah tersebut, para pelaku dari berbagai bidang diharapkan dapat saling bertemu, berkolaborasi, mengembangkan jaringan hingga menciptakan peluang usaha baru.
“Kita akan berkolaborasi dengan semua organisasi lain, dengan pemerintah, dan seluruh pemilik usaha serta pelaku ekonomi kreatif. Kita ingin menjadi wadah, mengumpulkan seluruh pelaku ekonomi kreatif agar mereka bisa berkembang dan lebih baik,” tukasnya.
Yusni mengatakan, perkembangan ekonomi kreatif dunia menjadi salah satu motivasi bagi Gekrafs Kota Depok untuk terus bergerak.
Indonesia, menurut dia, memiliki kekayaan budaya dan sumber daya kreatif yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Ia mencontohkan perkembangan industri kreatif melalui film dan musik yang mampu menjadi kekuatan budaya sekaligus ekonomi di berbagai negara.
“Kita melihat bagaimana film dan musik berkembang begitu luar biasa di berbagai negara. Indonesia juga punya potensi besar. Harapan kita, karya-karya kreatif Indonesia bisa terus berkembang dan relevan dengan generasi saat ini,” ucapnya.
Ke depan, berbagai subsektor ekonomi kreatif akan menjadi bahan pembahasan kepengurusan baru dalam menyusun program kerja. Salah satunya membuka kemungkinan pengembangan karya di bidang film dan konten kreatif.
“Nanti kita akan kumpulkan dari bidang-bidangnya. Kemudian kita cari potensi apa yang bisa dikembangkan. Apakah bisa membuat film atau program kreatif lainnya. Yang pasti semua akan dibicarakan dan disusun bersama,” pungkasnya. n Aji Hendro








