Garap Sektor Perhotelan, Pemkot Depok Komitmen Pecahkan Masalah Pengangguran

121
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat berbincang dengan peserta pelatihan kerja dan magang perhotelan.

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen memecahkan masalah pengangguran. Salah satunya dengan melakukan pelatihan dan magang di bidang perhotelan.

Wali Kota Depok, Supian kepada wartawan mengatakan, Pemkot Depok menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Hotel Savero untuk menggelar program pelatihan kerja sekaligus magang di sektor perhotelan dan restoran.

Menurutnya, sinergi ini menjadi langkah konkret untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi anak muda Depok.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Depok berterima kasih kepada Hotel Savero dan PHRI Kota Depok. Ini bentuk kolaborasi untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Kota Depok,” katanya, Senin (29/6/2026).

Program magang ini akan berlangsung selama kurang lebih satu tahun. Para peserta nantinya akan mendapatkan pengalaman langsung bekerja di lingkungan hotel maupun restoran profesional.

Supian mengungkapkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari lebih dari 600 pendaftar, hanya 100 peserta terbaik yang berhasil lolos seleksi.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya minat anak muda Depok untuk masuk ke industri hospitality. Dia juga menegaskan proses seleksi berlangsung transparan dan bebas intervensi.

Pemkot Depok, kata dia, sama sekali tidak mencampuri penentuan peserta. Seluruh proses seleksi diserahkan sepenuhnya kepada PHRI dan lembaga pelatihan kerja berdasarkan kompetensi peserta.

“Kami tidak intervensi sama sekali. Ini ruang yang diberikan untuk semua warga yang berminat, selama memenuhi syarat yang telah ditentukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Supian menilai sektor hotel dan restoran di Depok masih sangat membutuhkan tenaga kerja kompeten.

Karena itu, program ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan industri sekaligus membuka masa depan cerah bagi generasi muda. Harapannya, program ini bukan sekadar pelatihan. Sangat mungkin setelah ini mereka menjadi bagian dari tenaga kerja yang dibutuhkan hotel maupun restoran di Kota Depok.

Di lokasi sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Nessi Annisa Handari merasa optimis program pelatihan kerja bidang perhotelan mampu menjadi solusi konkret untuk menekan angka pengangguran di Kota Depok.

Dia menambahkan, program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda agar siap bersaing di industri perhotelan yang kini kembali tumbuh.

Menurutnya, antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi. Dimana sebanyak 641 orang mendaftar secara online untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Setelah melalui seleksi administrasi, tes kesehatan, dan wawancara, Disnaker akhirnya menetapkan 100 peserta terbaik yang berhak mengikuti pelatihan.

“Angka ini menunjukkan minat warga Depok untuk meningkatkan kompetensi kerja sangat besar, khususnya di bidang perhotelan,” katanya.

Ia menjelaskan, para peserta akan menjalani tiga tahapan pelatihan yang disusun secara komprehensif bersama PHRI, Hotel Savero, serta LPK Cipta Dinamika.

Tahap pertama berupa pembelajaran teori atau in-house training selama dua bulan, yakni Juli hingga Agustus 2026. Selanjutnya, peserta akan menjalani praktik kerja langsung atau on-the-job training selama empat bulan di sejumlah hotel mitra.

Hotel yang menjadi lokasi magang antara lain Hotel Savero, Hotel Bumi Wiyata, favehotel Margonda, Kinasih Resort, Godong Ijo, The Waterfall, Makara UI, dan Wisma Ijo.

Empat bidang kompetensi akan dipelajari peserta, yakni food and beverage service, food and beverage product, front office, serta housekeeping. Tak hanya pelatihan, seluruh peserta juga mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan selama program berlangsung.

Hal yang paling menonjol dari program ini adalah adanya uji kompetensi bersertifikat BNSP di akhir pelatihan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here