Simpan Jejak Sejarah, Gedung Historical Studio YLCC jadi Destinasi Wisata

109
Wali Kota Depok, H. Supian Suri bersama Cing Ikah saat berada di Gedung Historical Studio Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) .

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Gedung Historical Studio Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) berada di kawasan SMP-SMA Kasih di Jalan Pemuda Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, merupakan salah satu pengembangan destinasi wisata di Kota Depok.

Gedung Historical Studio YLCC menyajikan berbagai dokumentasi atau rekam jejak sejarah perjalanan Kota Depok di masa Cornelis Chastelein hingga saat ini.

Yayasan tersebut mengelola warisan sejarah dan pelindung komunitas Kaoem Depok, sebutan untuk keturunan para budak yang dimerdekakan oleh tuan tanah Belanda, Cornelis Chastelein, pada abad ke-17.

Kehadiran ruang ini ditujukan agar masyarakat dapat mempelajari sejarah masa lalu Depok. Melalui mini museum tersebut, pengunjung mengenal lebih dekat jejak sejarah Depok lama, termasuk perkembangan kawasan yang menjadi identitas kota.

Bangunan dengan gaya arsitektur Belanda dan berusia lebih dari 300 tahun itu masih terpelihara dengan baik. Kusen yang berada di dalam bangunan itu pun masih asli dan belum ada perubahan.

“Memasuki ruang Historical Studio, kita bakal langsung disambut dengan video ilustrasi sejarah kedatangan Cornelis Chastelein, eks-petinggi VOC ke Hindia Belanda hingga menetap di Depok,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, Senin (29/6/2026).

Saat memasuki teras bangunan, langsung dihadapkan tiga ruangan. Untuk sisi sebelah kiri dan kanan kini dipakai untuk ruangan kantor. Revitalisasi kawasan bersejarah Depok Lama tak ingin berhenti di wacana.

Dimana sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta Pemkot Depok mempercepat registrasi dan verifikasi cagar budaya agar Depok Lama bisa naik kelas menjadi cagar budaya nasional.

“Historical Studio ini kami siapkan sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata sejarah Kota Depok. Masyarakat dapat belajar mengenai asal-usul Depok melalui berbagai koleksi yang ditampilkan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri mendorong hadirnya Historiche Studio yang berada di Gedung Sekretariat Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein menjadi ruang sejarah yang membawa pengaruh besar untuk Kota Depok.

“Tempat ini tidak terlalu besar tapi InshaAllah akan memberikan pengaruh yang sangat besar untuk Indonesia dan Kota Depok,” katanya.

Dia menambahkan, museum ini bukan lagi sekadar tempat penyimpanan benda kuno, melainkan bisa menjadi pusat edukasi hingga penggerak ekonomi kreatif.

“Pengunjung bisa menikmati dan mengetahui lebih dalam perjalanan Cornelis Chastelein membangun Depok dari dulu hingga lahirnya Kaum Depok sampai saat ini,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here