
Cinere | jurnaldepok.id
Polemik terkait kehadiran Dapur MBG di perumahan Timah Rt 02/06, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, yang mendapat penolakan dari warga setempat hingga saat ini belum juga tuntas, hal itu bisa dilihat dari belum dimulainya aktivitas produksi hingga, Minggu (24/05/26) padahal sarana penunjang kegiatan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah lengkap tersedia.
Menanggapi hal ini, Lurah Pangkalan Jati Baru (PJB), Kecamatan Cinere, Reza Tanzila Putra berharap ada solusi terbaik untuk penyelesaian masalah kehadiran Dapur MBG agar disatu sisi program Pemerintah bisa berjalan dan disisi lain tidak ada warga yang dirugikan atas realisasi program tersebut.
“Kami berharap ada solusi terbaik untuk penyelesaian polemik dapur MBG di komplek perumahan Timah,” ujar Reza saat dimintai tanggapannya terkait polemik pengadaan dapur MBG di Komplek perumahan Timah RW 06, Kelurahan Pangkalan Jati Baru.

Harapan yang sama disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB), Kecamatan Cinere, Kiky Maruloh.
“Ya, kami tidak ingin ikut campur soal polemik yang terjadi sebagai dampak dari rencana pengadaan dapur MBG di Komplek Timah, kami hanya ingin permasalahan itu bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak terus menjadi polemik berkepanjangan,” ujar Kiky.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, puluhan warga Rt 02/06, Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB), Kecamatan Cinere secara terang terangan menolak keberadaan Dapur MBG untuk distribusi wilayah Pondok Labu, Jakarta Selatan bahkan warga sekitar telah melaksanakan aksi unjuk rasa bahkan mendatangi gedung DPRD Kota Depok untuk mengadukan keberatan warga kepada para wakil rakyat terkait keberadaan dapur MBG di lingkungan komplek perumahan Timah. n Asti Ediawan








