Dapur MBG Wajib Dilengkapi APAR

1
Petugas Damkar saat melakukan simulasi pencegahan kebakaran.

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok wajib dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Kepala Seksi Penyuluhan dan Peran Serta Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Syarif Hidayat mengatakan itu saat kegiatan pelatihan penanganan dan pencegahan kebakaran untuk petugas SPPG.

Syarif menambahkan, SPPG merupakan fasilitas dapur yang rawan terjadi kebakaran. Sehingga kepemilikan dan pemahaman penggunaan APAR sangat vital sebagai langkah pencegahan.

“Pastikan APAR memiliki sertifikasi SNI. Jarak antar APAR maksimal 15 meter dan harus dipasang dengan ketinggian yang mudah dijangkau maksimal 120 cm dari lantai,” katanya, Senin (25/5/2026).

Pihaknya kerap menggelar pelatihan pencegahan terjadinya kebakaran untuk para petugas SPPG. Ada sekitar 30 petugas SPPG di Kota Depok yang mengikuti pelatihan.

Tujuannya yaitu untuk membekali para pegawai dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani situasi darurat kebakaran.

“Mulai dari pengenalan jenis-jenis api hingga teknik penggunaan APAR,” ujarnya.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga praktik langsung memadamkan api di bawah pengawasan petugas.

“Hal ini dilakukan agar pegawai dapat memahami langkah-langkah penanganan kebakaran secara tepat, cepatdan aman,” tuturnya.

Dikatakan bahwa, pelatihan ini dinilai penting sebagai langkah preventif dalam meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan kerja.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, para pegawai dapat lebih sigap dan tidak panik saat menghadapi kondisi darurat kebakaran,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai SPP di Depok dapat lebih siap, tanggap dan mampu melakukan tindakan awal penanggulangan kebakaran sebelum bantuan lebih lanjut tiba.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang keselamatan kerja. Mitigasi bencana sangat penting dikuasai oleh masyarakat. Dengan begitu jika terjadi bencana, masyarakat akan tahu pencegahan kebakaran, tindakan apa yang harus dilakukan untuk penanganan pertama. Sambil menunggu regu penyelamat datang.

“Mengenai mitigasi bahaya kebakaran dan bencana lainnya, kami selalu melakukan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada masyarakat untuk pencegahan kebakaran,” tegasnya.

Sementara itu, Rian, salah satu petugas SPPG Depok mengatakan, kegiatan tersebut benar-benar memberi banyak manfaat.

“Sekarang kami tahu kalau terjadi kebocoran api bisa langsung menggunakan kain basah untuk menutupnya,” katanya.

Ia mengakui, sebelumnya rasa khawatir terhadap risiko kebakaran kerap muncul, mengingat aktivitas dapur yang padat setiap hari. Namun dengan adanya pelatihan tersebut, dirinya dan rekan-rekan merasa lebih siap dan tenang dalam menghadapi situasi darurat. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here