Diusulkan jadi Heritage Budaya Nasional, Lebaran Depok Angkat Perekonomian Warga

15
Wali Kota Depok, H. Supian Suri bersama Cing Ikah saat menghadiri lomba fashion show di Lebaran Depok.

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Lebaran Depok yang digelar setiap tahun bisa dijadikan Heritage Budaya Nasional. Hal itu dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna saat memberikan sambutan di even Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-Alun Timur, GDC Kecamatan Cilodong.

Dikatakan, tradisi budaya yang tumbuh dari masyarakat itu tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi warga di Depok.

Pradi menilai, kegiatan berbasis budaya seperti rantangan dan Lebaran Depok kini telah hidup di hampir seluruh kelurahan. Ia menyebut tradisi tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan silaturahmi masyarakat.

“Keguyubnya dapat, silaturahminya dapat, dan tentu ada nilai ekonomi di dalamnya,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Dukungan dari para UMKM dan pelaku usaha lokal dalam kegiatan budaya turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menyinggung capaian Kota Depok yang disebut memiliki tingkat kemiskinan terendah di Jawa Barat. Pradi juga mengapresiasi keterbukaan ruang bagi pelaku usaha dan kegiatan masyarakat yang dinilai terus berkembang di masa kepemimpinan Wali Kota Depok, Supian Suri. Ia berharap budaya lokal Depok dapat terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

“Budaya ini yang akan kita sampaikan kepada anak cucu kita. Ini identitas kita,” ujarnya.

Pradi mengungkapkan dirinya juga telah menyampaikan gagasan tersebut kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon agar budaya dan tradisi Depok dapat mendapat perhatian lebih luas di tingkat nasional.

Lebaran Depok dinilai bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong tradisi tersebut semakin dikenal secara nasional.

Di lokasi sama, Wali Kota Depok, Supian Suri memuji kualitas produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dipamerkan dalam gelaran Lebaran Depok 2026.

“Makanan dari UMKM Depok ini enak-enak. Kerajinannya juga keren-keren, bagus-bagus,” katanya.

Ia meminta para pejabat setidaknya membelanjakan uang minimal Rp 100.000 sebagai bentuk dukungan nyata bagi pengusaha lokal.

“Jangan pulang dulu sebelum belanja UMKM. Pokoknya mau doyan atau tidak, harus beli. Minimal satu orang Rp 100.000,” tegasnya.

Supian menekankan bahwa membeli produk lokal adalah kunci untuk menyukseskan dan meningkatkan kelas UMKM di Kota Depok.

Selain bicara ekonomi, Supian juga menyinggung soal pelestarian budaya. Menurutnya, Lebaran Depok ketujuh ini adalah bukti konsistensi menjaga tradisi.

Ia mengapresiasi peran Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD) yang terus bersemangat merawat silaturahmi melalui budaya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here