Motong Kebo Andil Lambang Kebersamaan Warga Jelang Hari Raya Idul Fitri

17
Wakil Ketua KOOD, H. Maksum saat hendak memotong kebo andil di Lebaran Depok.

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Tradisi Kebo Andil memeriahkah rangkaian acara Lebaran Depok 2026 di hari ke tiga. Tradisi Kebo Andil yang di gelar di kawasan Alun-Alun Timur Kota Depok, GDC Kecamatan Cilodong.

Wakil Ketua Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD), H. Maksum kepada wartawan mengatakan, di hari ke tiga Lebaran Depok 2026 di gelar tradisi Kebo Andil. Tradisi Kebo Andil memiliki filosofi bahwa orang-orang kampung tidak ada yang sifatnya instan.

“Untuk makan enak, makan daging satu tahun sekali itu perlu proses,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Biasanya warga menabung sejak bulan Syawal sampai dengan bulan Sya’ban untuk beli kebo.

“Maksudnya untuk makan daging di hari raya Idul Fitri, jadi tidak instan. Jadi panjang ceritanya,” sambung dia.

Maksum menyebut, kegiatan ini sebagai lambang kebersamaan dan kebersahajaan atau kesederhanaan orang Depok.

“Bahwa kita tidak ada yang tiba-tiba bisa beli kerbau, tiba-tiba waktunya bisa beli-beli yang lain. Jadi perlu proses, kurang lebih 10 bulan untuk sampai ke sini. Itu yang pertama, jadi filosofinya kebersamaan,” tuturnya.

Di balik itu semua ada makna lain yang lebih dalam artinya. Yakni bagaimana menghargai orang lain dengan menjunjung tinggi toleransi.

“Mungkin jarang tahu, dulu Betawi ini kan bukan hanya kita yang beragama Islam, ada agama-agama lain yang memang mensakralkan yang namanya sapi. Sehingga kita mengalah demi toleransi, yang kita potong adalah kebo, supaya mereka merasa dihargai keyakinannya,” tukasnya.

Ia menceritakan, daging kebo memilki tekstur lebih keras dari daging sapi. Karena itu warga memakannya sedikit-sedikit.

“Kalau sering banyak dimasak, sering banyak diolah, dimateng-matengin, diangetin, kebo itu tetap dalam keadaan segar, makanya dipilihlah kebo,” ungkapnya.

Pada Lebaran Depok 2026 ini pihaknya memotong satu kerbau. Kemudian daging kerbau ini akan diolah dan dimakan bersama saat puncak perayaan Lebaran Depok pada Sabtu, 9 Mei 2026.

“Kita simbolis. Kalau sebelum Idul Fitri, ini kan rangkaian Idul Fitri ceritanya, Idul Fitri kita motong tujuh ekor. Hanya untuk Lebaran Depok ini sebagai simbolis itu satu ekor,” tuturnya.

“Jadi kebetulan ini urunan dari teman-teman, kemudian dari yang lain-lainlah, kita kebersamaan, sampai hari ini masih kebersamaan,” sambungnya.

Di lokasi sama pengurus KOOD lainnya, Mazhab menambahkan, budaya Kebo Andilan yang dahulu lekat dengan kehidupan masyarakat Depok tempo dulu.

Tradisi tersebut menggambarkan semangat kebersamaan warga dalam memenuhi kebutuhan bersama, terutama saat menyambut hari besar keagamaan maupun kegiatan sosial masyarakat.

Semangat Kebo Andilan mengajarkan masyarakat tentang pentingnya gotong royong, saling membantu, dan membangun rasa kepedulian antarwarga tanpa memandang status sosial.

“Dulu masyarakat punya budaya Kebo Andilan, artinya semua ikut berpartisipasi dan saling membantu. Nilai seperti itu yang harus terus dihidupkan kembali di tengah masyarakat sekarang,” katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here