Kendalikan Jumlah Penduduk, DPR Pastikan Program Keluarga Berencana Dilanjut

33
Anggota DPR, Nuroji foto bersama dengan masyarakat usai melakukan sosialisasi terkait KB.

Laporan: Aji Hendro
Anggota Komisi IX DPR, Nuroji mengatakan, program Keluarga Berencana (KB) tidak akan dihapus.

Tujuan program ini adalah untuk mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia yang setiap tahun bertambah. Jumlah anak tidak dibatasi akan tetapi dikendalikan dalam upaya menciptakan ketahanan keluarga.

“Siapapun presidennya kami rasa program Keluarga Berencana tidak akan dihapus melainkan di lanjutkan,” kata Nuroji saat menghadiri kegiatan Fasilitas Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di kawasan Pancoran Mas, Selasa (5/5/2026).

Jumlah penduduk Indonesia pada awal hingga pertengahan 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 287 hingga 288 juta jiwa. Data BPS per 6 Februari 2026 menunjukkan angka 287,19 juta jiwa, dengan Jawa Barat sebagai provinsi terpadat.

Nuroji menuturkan saat ini sudah ada pasangan yang sadar akan program Keluarga Berencana. Kebanyakan kesadaran tersebut muncul di pasangan dari kalangan Gen Z.

“Jika sudah tidak terkendali maka bisa menimbullkan fenomena Fatherlass di keluarga,” ujarnya.

Dalam upaya itu, Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Depok.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan legislatif terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga serta memperkuat upaya pengendalian penduduk di daerah.

Dia menyampaikan, komisi IX berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap optimalisasi pelaksanaan Program Bangga Kencana.

“Komisi IX DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, khususnya terkait pengendalian penduduk dan pengaturan jarak kelahiran,” tukasnya.

Di lokasi sama, Direktur Bina Penggerak Lapangan BKKBN pusat, Lisna Prihatini menambahkan, Bangga Kencana bukan hanya soal pengendalian penduduk, tapi soal perencanaan masa depan dan peningkatan kualitas manusia Indonesia.

“Kita semua harus terlibat aktif dalam mendukung dan menyosialisasikan program ini,” katanya.

Program Bangga Kencana merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan keluarga berkualitas melalui penguatan pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, dan penyediaan layanan keluarga berencana yang merata dan mudah diakses masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat program Bangga Kencana dan turut serta dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan nasional.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang arti penting keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan masyarakat Kota Depok semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga dan ikut berperan aktif dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas untuk Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, DPR RI dan BKKBN berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga dan turut serta membentuk generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here