

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi meluncurkan desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kota Depok, Endra menjelaskan, proses perancangan logo dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai perangkat daerah.
Logo HUT ke-27 Kota Depok yang tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga merepresentasikan arah pembangunan serta semangat kolaborasi lintas elemen masyarakat. Hal ini mencerminkan nilai kebersamaan yang juga diusung dalam filosofi desain tahun ini.
“Logo ini pembentukannya melibatkan kepanitian HUT ke-27 Kota Depok dengan berbagai dinas. Intinya, dikerjakan bersama-sama,” katanya, Senin (6/4/2026).
Endra menuturkan, angka 27 pada logo tidak sekadar menandai usia Kota Depok. Angka tersebut juga menjadi simbol momentum transformasi.
Ia menekankan, di usia tersebut Depok tidak hanya bertambah usia, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pembangunan.
Lebih lanjut, ia menguraikan makna dari masing-masing elemen angka dalam logo.
Angka dua didesain fleksibel sebagai simbol kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai budaya. Hal ini diperkuat dengan ornamen Gong Si Bolong yang melekat pada angka tersebut.
Sementara angka tujuh menampilkan unsur budaya lokal seperti gigi balang dan Topeng Cisalak yang mencerminkan ketegasan arah pembangunan serta komitmen pemerintah kota dalam memajukan Depok.
“Di usia ke-27 ini, kami tetap berpegang pada akar budaya, termasuk nilai lingkungan dan kebudayaan,” jelasnya.
Dari sisi visual, logo mengusung dominasi warna biru dan hijau. Warna biru melambangkan kepercayaan, stabilitas, serta profesionalitas pemerintahan, sekaligus mencerminkan orientasi pelayanan publik. Adapun warna hijau merepresentasikan komitmen terhadap lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Elemen lingkaran dalam logo menggambarkan kesatuan dan kesinambungan antar elemen masyarakat tanpa sekat. Di dalamnya terdapat siluet peta Kota Depok yang mencerminkan integrasi wilayah administratif yang terdiri dari 11 kecamatan dan 63 kelurahan dalam satu ekosistem pembangunan.
Dia menambahkan, identitas lokal juga diperkuat melalui kehadiran ornamen Batik Gong Si Bolong, ilustrasi Tari Topeng Cisalak, serta motif gigi balang.
Ketiganya merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus nilai moral dan kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan kota.
Pada peringatan HUT ke-27 ini, Pemkot Depok mengusung tagline “Bersama Depok Maju” sebagai semangat kolektif. Tagline tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan kota.
Melalui filosofi yang diusung, logo HUT ke-27 Kota Depok diharapkan tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan Depok sebagai kota yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. n Aji Hendro








