
Limo | jurnaldepok.id
Pasca perayaan lebaran idul fitri 1447 hijriyah jumlah tumpukan sampah di bidang kali cabang barat (KCB) samping Gedung SMP Glora terlihat semakin menggunung, hal ini mengindikasikan adanya peningkatan aksi buang sampah di kali yang dilakukan oleh warga yang tidak memiliki kesadaran pentingnya kebersihan seputar aliran sungai.
Tak hanya menimbulkan kesan kumuh, keberadaan tumpukan sampah dekat sekolah tersebut jelas sangat mengganggu kenyamanan aktivitas belajar mengajar sebab pada waktu tertentu tumpukan sampah memicu bau tak sedap yang menyeruak ke areal seputar kawasan kali cabang barat.
Menanggapi kondisi ini, Ketua Regu Tutul Tim Maung Asri, Casmin HS berjanji akan segera melaporkan prihal tumpukan sampah di samping Gedung SMP Glora dan SMK Ekonomika tersebut kepada Tim Maung pusat yang dinakhodai oleh Trisakti Anggoro selaku Ketua Tim Maung Asri Kota Depok.

“Sehubungan letak dari tumpukan sampah dibidang kali dekat gedung sekolah itu berada cukup jauh dari permukaan tanah, maka diperlukan alat berat untuk melakukan pengerukan dan mengangkat sampah dari bidang kali, kami akan laporkan hal ini ke Tim Maung pusat untuk dikoordinasikan dengan Dinas terkait,” tegas Casmin.
Terpisah, Niman salah satu pegawai Kantor Kelurahan Grogol sangat berharap keberadaan tumpukan sampah di bidang kali cabang barat dekat Gedung SMP Glora dan SMK Ekonomika itu dapat segera dibenahi sebab selain menimbulkan kesan kumuh dan mengganggu kenyamanan aktivitas warga sekitar, tumpukan samah yang terus bertambah di bidang kali tersebut jelas memicu terjadinya pendangkalan dan penyempitan bidang kali dan menghambat laju air ke wilayah hilir.
“Untuk membenahi tumpukan sampah di samping Gedung SMP Glora dan SMK Ekonomika itu memang tidak mudah karena keberadaan tumpukan sampah sangat jauh dari permukaan sehingga butuh team dengan jumlah personel dan armada pengangkut cukup banyak guna membersihkan sampah tersebut, tapi meski demikian saya tetap berharap satgas PUPR dan semua pihak terkait dapat mengupayakan pembenahan tumpukan sampah di sana,” tutup Niman. n Asti Ediawan








