
Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana membangun sekolah madrasah mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di kawasan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kecamatan Sukmajaya.
Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan itu pada kegiatan Hikmah Ramadan Penuh Berkah di Kediamannya di kawasan Cilodong. Dia mengatakan, sebelumnya dia bertemu dengan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Depok mengajukan permohonan agar bisa dibangun MI, MTs dan MA unggulan di kawasan Kampus UIII.

“Alhamdulillah, kami sudah sampaikan permohonan ke Pak Menteri untuk pembangunan sekolah madrasah unggulan di Kampus UIII. Mudah-mudahan ini juga menjadi ikthiar, buat anak-anak karena tanggung jawab kita bagaimana menuju generasi bekerja hebat di masa depan yang bisa menjawab tantangan zaman. Karena sekali lagi tantangan buat anak-anak kita jauh lebih berat, jauh lebih besar daripada apa yang kita hadapi hari ini,” ujarnya.
Supian juga menyampaikan kebijakan Pemkot Depok terhadap madrasah swasta yang masuk dalam program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
“Kami menggratiskan sekolah di 14 Madrasah Tsanawiyah swasta di Kota Depok. Setiap anak dibiayai Rp 3 juta per tahun. Nilai itu setara dengan SPP Rp250 ribu per bulan yang ditanggung Pemerintah Kota Depok,” ungkapnya.
Pemkot Depok juga memberikan hibah lahan dan bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) sebagai penguatan layanan pendidikan keagamaan di Kota Depok.
Hibah tersebut meliputi lahan seluas 3.300 meter persegi beserta gedung madrasah. Selain itu, Pemkot Depok juga menghibahkan lahan tambahan seluas 5.000 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan layanan Kementerian Agama (Kemenag) di wilayah tersebut.
“Untuk itu sekali lagi, mohon doanya buat kita semua, khususnya kami, saya bersama Pak Chandra, mohon doanya bersama seluruh perangkat daerah yang bekerja melayani masyarakat Kota Depok mudah-mudahan apa yang menjadi harapan Bapak dan Ibu, baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, mudah-mudahan bisa kita penuhi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Depok, para Ketua RT, Ketua RW, seluruh lapisan masyarakat, para tokoh masyarakat, tokoh agama. Jika dalam perjalanan pemerintahan selama satu tahun masih banyak kekurangan di sejumlah hal atau masih banyak harapan yang belum bisa terjawab.
“Masih banyak, kami belum banyak bisa silaturahim kepada Bapak dan Ibu untuk mohon dibuatkan mitra maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama menerima hibah lahan dan bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dari Pemerintah Kota Depok sebagai penguatan layanan pendidikan keagamaan di Kota Depok.
Selain itu, Pemkot Depok juga menghibahkan lahan tambahan seluas 5.000 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan layanan Kementerian Agama di wilayah tersebut.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pak Walikota Depok karena perhatian beliau terhadap pendidikan itu adalah langkah yang sangat terukur. Pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan harus dimulai dari sekolah,” kata Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii di Depok.
Menurut Wamenag, perhatian terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Memberikan sekolah dan perhatian terhadap dunia pendidikan bukan hanya kerja hari ini. Ini adalah kerja jangka panjang untuk mempersiapkan masa depan anak-anak. Dari sinilah kualitas bangsa Indonesia ditentukan,” pungkasnya. n Aji Hendro








