
Limo | jurnaldepok.id
Dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577, sejumlah kegiatan digelar mulai dari musik Gambang Kromong, Lion Dance hingga Barongsai.
Masyarakat etnis keturunan Thionghoa yang ada di Jalan H. Bona atau Kampung Pembauran, RT 05 RW 08, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, berbaur dengan warga pribumi ikut merayakan Tahun Baru Imlek 2026.
Lingkungan Kampung Pembauran terlihat berbeda penuh dihiasi dengan pernak-pernik khas Tahun Baru Imlek, seperti gapura dihias cantik serba warna merah, dan jalan dipasang lampion, dan pernak kuda api berwarna merah.

Terlihat kemeriahan antara masyarakat yang merayakan Imlek dengan warga pribumi ikut berbaur sehingga terlihat rasa toleransi meski berbeda etnis, suku, dan agaman, tetap rukun dan harmonis.
Sesepuh masyarakat Thionghoa Kampung Pembauran, Koh Tio Ngkay alias Herman mengatakan, kegiatan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 lebih berbeda dan memiliki makna jika dibandingkan Imlek tahun sebelumnya.
“Perayaan Imlek tahun ini shio Kuda Api maknanya kedepannya lebih baik dan segala apapun dapat terlaksana, berkah, selamat, dan memudahkan rejeki,” katanya, Selasa (17/2/2026).
Koh Tio Ngkay menambahkan, untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun ini dari urunan warga membuat panggung hiburan atau cokek. Panggung cokek sebagai silahturahmi diadakan hasil dari urunan warga di luar etnis Thionghoa juga. Sehingga dari masyarakat Thionghoa sama warga pribumi sudah berbaur sehinga tidak ada perbedaan.
Bapak 6 orang anak dengan 9 cucu generasi ke 4 dari Kincu ini berpesan kepada warganya pesan untuk tetap selalu menjaga lingkungan dan kerjasama dengan Ketua RT.
“Sejak lima tahun silam dari Pemkot Depok karena guyub dan terjaga silahturahmi dari berbagai etnis, suku, dan agama, dikukuhkan sebagai Kampung Pembauran,” tuturnya.
Tradisi imlek yang ada di lingkungan, lanjut Koh Tio, warga membantu menghiasi lingkungan dengan memasang pernak – pernik lampion, merapihkan rumah, membagikan ampau jika ada rejeki lebih dan tradisi panggung cokek (gambang kromong), juga ziarah makam leluhur, serta sembahyang di Litang.
“Harapan Imlek tahun ini di shio Kuda Api kepingin lebih maju lagi dan meriah serta selalu diserta keberuntungan,” tuturnya.
Dia menanbahkan keluarga keturunan Thionghoa di lingkungan RT 5 RW 8 ada 30 kepala keluarga dan di Blok B RW 09 ada 20 Kepala Keluarga jadi total ada 50 Kepala Keluarga (KK).
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 08, Ahmad Suherman menambahkan, pemberian nama Kampung Pembauran dan Kampung Generasi Beragama kepada lingkungan oleh Pemkot Depok karena memiliki beranegam ragam suku dan agama.
“Di lingkungan RW 08 berbagai macam agama ada Kristen, Khonghucu, Islam dan berbagai macam suku Batak, Ambon, Padang, Kupang, Jawa, dan Timor-Timur jadi satu saling menghormati dan menjaga toleransi cukup kuat,” katanya.
Menurut Ahmad, karena saling hormat menghormati dan tetap menjalin silahturahmi antar warga tidak pernah ada gesekan. Diharapkan kedepannya meminta warga untuk tetap mempertahankan rasa toleransi umat beragama serta mendukung satu dengan lainnya sehingga tercipta kerukunan.
“Para anak generasi Khonghucu saat ini yang tinggal di lingkungan juga sudah ada yang masuk agama Islam,” ujarnya.
Sementara itu pusat perbelanjaan di Kota Depok menggelar pertunjukan Barongsai dan Lion Dance.
Manager Marketing Communication Margo City, Indra Hedy Lesmana mengatakan Margocity menghadirkan atraksi barongsai, Chinese music and dance performance yang menampilkan orkestra musik tradisional Tiongkok.
“Untuk barongsai mulai dari 14 Februari hingga 17 Februari setiap harinya. Nantinya, pertunjukan barongsai itu akan ada di 28 Februari dan penutupnya pada 1 Maret,” katanya.
Tahun 2026 dalam astrologi Tiongkok merupakan Shio Kuda Api, yang melambangkan semangat pantang menyerah, kekuatan, dan optimisme.
Tema ini diangkat, sebagai harapan agar tahun yang baru membawa energi positif, kesuksesan, serta keberuntungan yang terus menyala. n Aji Hendro








