
Margonda | jurnaldepok.id
Sikap toleransi di Kota Depok dibawah kepimpinan Wali Kota- Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri-Chandra Rahmansyah mulai terasa. Hal itu terbukti salah satunya adalah dengan adanya aparatur sipil Negara (ASN) yang menjadi camat. Sebelumnya, hal ini belum pernah terjadi di Kota Depok.
“Toleransi di Depok kami rasa saat ini sudah berubah, beda dengan kepimpinan sebelumnya. Kan sekarang sudah beda, ASN non Muslim aja bisa jadi camat,” kata anggota DPR RI, Nuroji saat melaksanakan kegiatan sosialisasi empat pilar Pancasila di Depok, Minggu (21/12/2025).
Dengan adanya ASN non muslim yang menjadi camat menandakan bahwa toleransi di Depok sudah baik. Dia menyebut kondisi ini berbeda dengan kepimpinan sebelumnya yang sikap toleransinya minim.

Bahkan Nuroji pernah menegur kepimpinan sebelumnya yang tidak memasang baliho bertuliskan memperingati hari keagamaan.
“Usai kami tegur kemudian dipasang lah baliho ucapan peringatan hari keagamaan,” ujarnya.
Dia berharap agar sikap toleransi di Kota Depok untuk ditingkatkan dan terjaga satu sama lain. Dengan demikian, Kota Depok tak lagi menyandang status sebagai kota paling intoleran di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal ASN Kota Depok, Hendra Sorimuda menyampaikan rasa syukur atas dukungan Wali Kota, H. Supian Suri. Menurutnya, perayaan Natal ASN Kota Depok tahun ini berjalan dengan baik dan penuh kebersamaan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota Depok atas kehadiran dan dukungannya, serta seluruh rekan-rekan ASN lingkup Pemerintah Kota Depok yang telah berpartisipasi,” katanya.
Dia berpendapat, sikap kebersamaan dan toleransi sesama umat manusia di Kota Depok dinilai sudah meningkat atau baik.
“Puji Tuhan kami sesama umat manusia bisa berkumpul dan merayakan hari Natal di Balaikota,” ucapnya.
Menurutnya, saat ini Kota Depok tidak lagi menyandang status sebagai kota paling intoleran di Indonesia. Dia menuturkan, Natal menjadi momentum refleksi bagi ASN umat Kristiani untuk terus menghadirkan kasih, kedamaian, dan kepedulian sosial dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Kiranya pesan Natal ini menguatkan kita semua untuk menjadi terang dan berkat bagi sesama, membangun persaudaraan, serta memperkokoh semangat pelayanan yang tulus dan berintegritas demi kemajuan Kota Depok,” ungkapnya.
Diketaui bahwa, Setara Institute meluncurkan Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2024. Kota Depok yang tahun lalu menjadi juru kunci atau kota paling intoleran, kini beranjak naik.
Dalam survei yang dirilis pada Mei 2025 Setara Institute menyampaikan, Kota Depok berada di peringkat 78 dengan skor 4,458. Depok berada pada peringkat 78 dari 94 kota.
Setara Institute menggunakan empat variabel dan delapan indikator dalam mengukur angka toleran tersebut. Sedangkan Kota Parepare menjadi peringkat juru kunci atau 94 tahun 2024.
Sebelumnya, Kota Depok memperoleh skor toleransi rendah. Kota Depok menduduki peringkat ke-94 atau paling bawah dalam laporan IKT 2023. n Aji Hendro








