Warga Blok Kramat Tolak Rencana Penutupan Jalan Aster

598
Inilah akses Jalan Aster yang rencananya bakal ditutup oleh pengembang.

Limo | jurnaldepok.id
Lebih dari 30 warga Blok Kramat RT 02/05, Kelurahan / Kecamatan Limo yang rata rata berprofesi sebagai pemulung mengaku keberatan terhadap rencana penutupan jalan Aster oleh pengembang perumahan PT Megapolitan sebab jalan Aster kini merupakan satu satunya akses jalan warga setempat menuju ke akses jalan raya Limo.

Pakde Diman salah satu warga Blok Kramat mengaku sangat keberatan jika jalan Aster ditutup karena jika ruas jalan tersebut ditutup, maka lebih dari 30 kepala keluarga yang tinggal di atas lahan disebelah lahan yang dikuasai oleh PT. Megapolitan tidak bisa melakukan aktivitas secara normal.

“Kami ini manusia bukan burung yang bisa terbang, kalau akses jalan nya mau ditutup semua, kami mau lewat mana ?, ujar Pakde Diman yang mengaku sudah tinggal dikawasan itu lebih dari 25 tahun.

Penolakan yang sama juga dilontarkan oleh Asep salah satu warga yang sudah menetap di kawasan itu sejak tahun 1999.

“Dulu waktu kami pertama tinggal disini akses jalan sangat banyak karena memang lahannya terbuka dan tidak ada bangunan yang menutupi kawasan permukiman kami, tapi belum lama ini hamparan lahan yang biasa kami gunakan untuk berlalu lalang kini sudah di pagar oleh PT dan hanya menyisakan jalan setapak yakni jalan Aster, kalau satu satu nya akses jalan itu mau ditutup jelas kami keberatan karena kami mau lewat mana untuk menuju wilayah luar,” tegas Asep.

Dikatakannya, selain digunakan sebagai sarana transportasi untuk mengangkut barang rongsokan hasil memulung, jalan Aster juga digunakan oleh anak anak warga setempat sebagai akses jalan raya untuk ke sekolah.

“Banyak anak anak kami yang masih bersekolah dan menggunakan jalan Aster untuk menuju kawasan jalan raya, kalau jalan Aster ditutup lalu anak anak kami mau lewat mana jika ingin pergi atau pulang sekolah,” imbuhnya.

Asep mengatakan pihaknya akan melakukan upaya meminta bantuan pengurus lingkungan dan aparatur pemerintahan dengan harapan rencana penutupan jalan Aster secara sepihak tidak jadi dilakukan.

“Kami sudah mendatangi Ketua RT dan Ketua RW namun dua duanya sedang tidak ada di rumah, nanti kami akan kembali menemui keduanya untuk meminta bantuan bagaimana caranya agar rencana penutupan secara sepihak oleh PT Megapolitan tidak jadi dilaksanakan karena itu kan membuat permukiman kami terisolir,” tutup Asep. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here