
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Muhammad Arhan Muzakki (15), warga Jalan RD. Sukarma RT 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, sudah lebih dari 4 bulan hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur setelah divonis menderita penyakit jantung bocor.
Hingga saat ini, penyakit Arhan belum tertanggulangi lantaran pihak keluarga tak memiliki cukup uang untuk biaya pengobatan.
Putra sulung dari pasangan Setya Ma’arif dan Siti Sobihat yang masih berstatus sebagai siswa kelas 10 salah satu SMK swasta itu, terpaksa tidak lagi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah setelah dirinya divonis menderita penyakit jantung bocor.

Kepada Jurnal Depok, Setya mengaku sudah berupaya meminta bantuan dari berbagai pihak, baik secara personal maupun kelembagaan. Bahkan ia meminta bantuan hingga ke KDM selaku Gubernur Jawa Barat.
Namun, lanjutnya, hingga saat ini belum ada satu pihakpun yang memberikan solusi dan jawaban pasti, sementara disisi lain kondisi Arhan semakin memprihatinkan dan butuh penanganan segera.
“Pihak rumah sakit sudah memberitahukan kepada kami bahwa anak kami ini menderita jantung bocor dan harus segera dioperasi, dari hasil diagnosa ada tiga titik bagian jantung yang bocor sehingga harus dilakukan tindakan operasi,” ujar Arif kepada Jurnal Depok, Jumat (10/10/2025).
Sebelumnya dirinya sudah mengajukan pembiayaan operasi melalui kartu Indonesia sehat (KIS), namun KIS hanya bisa mencover pembiayaan satu titik kebocoran.
“Sehingga kami harus mengupayakan uang sekitar Rp 140 jutaan untuk biaya operasi,” papar Arif sapaan akrab Setya Ma’arif.
Arif yang hanya seorang pekerja serabutan dan termasuk kategori warga kurang mampu mengatakan, telah berupaya mencari pinjaman uang untuk memenuhi biaya operasi Arhan, namun belum ada hasilnya. Sehingga sampai saat ini Arhan belum bisa menjalani operasi sebagaimana yang disarankan tim medis.
“Saya sudah berupaya minjam uang ke sana kemari untuk biaya operasi anak saya, tapi belum dapat, saya bingung harus gimana lagi, sementara semakin hari semakin banyak dampak penyakit yang dirasakan anak saya, mulai dari kaki bengkak hingga paru paru terendam cairan,” ungkap Arif yang terlihat tak kuasa menahan air mata.
Meski nyaris putus asa, namun Arif tetap berharap keajaiban dan ada pihak yang bermurah hati membantu pengobatan Arhan agar anaknya bisa sembuh dan kembali dapat bersekolah.
“Kami tetap berharap semoga ada pihak yang berempati membatu biaya pengobatan anak kami,” pungkasnya. n Asti Ediawan








