Cegah Buta Huruf Al-Quran, Wali Kota Depok Resmikan Markaz Dirosah Qur’an Sab’a Sanabi

262
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat meresmikan Markaz Dirosah Qur'an Sab'a Sanabil di Jalan Laut Jawa Raya, Kelurahan Abadi Jaya, Sukmajaya, Depok.

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri meresmikan Markaz Dirosah Qur’an Sab’a Sanabil di Jalan Laut Jawa Raya, Kelurahan Abadi Jaya, Sukmajaya, Depok. Peresmian ini sebagai upaya memberantas buta huruf Al Quran di Kota Depok.

Pasalnya, dari sekitar 32 ribu lulusan SD di Depok setiap tahunnya, hanya 30 persen yang sudah bisa membaca Al Qur’an.

“Melihat ini ada PR yang harus kita selesaikan, kita berharap ada lulusan anak-anak SD kita semuanya bisa baca Qur’an,” katanya, Senin (15/9/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bekerja sama dengan sejumlah pihak berusaha mengenaskan angka buta huruf Al Qur’an.

“Saya membangun komunikasi dengan berbagai pihak dan alhamdulillah yang lebih awal menyodorkan proposal untuk membangun kerjasama dari Madinatul Qur’an,” ujarnya.

Markaz Dirosah Qur’an Sab’a Sanabil menaungi tujuh SD yang ada di Kelurahan Abadi Jaya. Yaitu SD Baktijaya 1, 3, 4, 5, 6. Kemudian SD Mekarjaya 31 dan SD Sugutamu.

Melalui program ini, diharapkan siswa-siswi SD yang belum dapat membaca Al Qur’an akan mendapatkan pendamping khusus. Bahkan, guru-guru SD juga akan mendapatkan pendampingan untuk mengajarkan Al Qur’an terhadap murid-muridnya.

“Insyaallah bukan hanya pada tujuh sekolah ini saja, fokus berikutnya yaitu pada 206 sekolah dasar negeri,” ungkapnya.

Tak hanya murid, para guru juga akan dilatih untuk meningkatkan potensi dalam memahami dan mengajarkan Al-Qur’an kepada murid-muridnya.

“Sehingga nanti untuk pembelajarannya tidak harus merekrut guru-guru dari luar, cukup memaksimalkan guru-guru yang ada. Nanti mekanisme modulnya sudah disiapkan, nanti kita tinggal evaluasi dari sekian anak-anak kita dan berapa persen Insya Allah yang sebelumnya belum bisa baca atau yang sebelumnya masih terbata-bata menjadi yang bisa bacalah, itu ikhtiar kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Madinatul Quran, Zainal Muttaqien menjelaskan, bahwa metode yang digunakan adalah pendampingan pada guru Pendidikan Agama Islam atau PAI.

“Kita sudah menyelenggarakan pelatihan dengan guru-guru yang ada di 7 sekolah dasar dan secara teknis kita serahkan kepada sekolah tersebut, secara umum dilaksanakan include di dalam pembelajaran,” katanya.

Dia menambahkan, guru-guru PAI yang ada di sekolah tersebut, mereka kita berikan pembekalan dari segi metodologi.

“Ketika masih ada kekurangan, kita isilahnya adakan pelatihan dari guru-guru yang di luar, wabil khusus dari pesantren Madinatul Quran itu sendiri,” ujarnya.
Kabid Pendas Disdik Depok dengan nama Raden Muchamad Zakkya Fauzan menambahkan Dinas Pendidikan sudah mempersiapkan guru-guru yang akan belajar di lokasi ini. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here