
Sawangan | jurnaldepok.id
Sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung di Paguyuban Perigi – Bedahan, sepakat menolak segala bentuk aksi anarkis dan destruktif saat menyampaikan aspirasi atau pendapat terkait penyelenggaraan tata kelola negara.
Demikian diungkapkan Penasehat Paguyuban Perigi – Bedahan, Rizal Antoni saat menanggapi banyaknya aksi anarkis yang terjadi pada pelaksanaan unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah kelompok masyarakat disejumlah wilayah.
“Ya, kami di Paguyuban Perigi – Bedahan sudah sepakat untuk tidak ikut ikutan demo dan kalaupun ada demo kita mengedepankan berkomunikasi dan musyawarah dengan pemangku kebijakan, dengan cara musyawarah,” papar Bule sapaan akrab Rizal Antoni.

Lebih lanjut dikatakannya, menjaga sikap dan ketertiban wilayah untuk kondusifitas Kota Depok merupakan implementasi dari rasa memiliki Kota Depok oleh sebab itu pihaknya akan selalu berusaha menghindari sikap ekstrem dalam menyelesaikan suatu masalah termasuk saat menyampaikan pendapat dimuka umum.
Peryataan yang sama dilontarkan oleh Ketua Paguyuban Perigi – Bedahan, Endang Bodon. Endang mengatakan, terlalu mahal jika demokrasi harus dinodai dengan sikap sikap yang tidak humanis.
“Menyampaikan pendapat atau aspirasi tentu boleh boleh saja asalkan dalam penyampaian nya tidak melanggar hukum, kami menyambut baik inisiatif bapak Wali Kota dan bapak Kapolres serta bapak Dandim yang secara bersama mampu meredam gejolak masyarakat untuk melakukan demo di Balai Kota, mudah mudahan Kota Depok selalu kondusif dan aman tidak ada kerusuhan, mari kita jaga Kota yang kita cintai ini,” pungkasnya. n Asti Ediawan








