Tuangkan 2.500 Liter Cairan Eco Enzyme, Warga Tugu Rawat Situ Pedongkelan

66
Lurah Tugu, Tri Sakti Anggoro didampingi warga saat menuangkan cairan eco enzym ke Situ Pedongkelan.

Cimanggis | jurnaldepok.id
Sebanyak 2.500 liter cairan eco enzyme disiramkan ke Situ Pendongkelan, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok. Pencampuran cairan hasil fermentasi limbah organik itu ke dalam situ bertujuan untuk upaya pelestarian dan konservasi lingkungan.

Lurah Tugu, Tri Sakti Anggoro kepada Jurnal Depok mengatakan, kegiatan pencampuran cairan eco enzyme ke Situ Pedongkelan dilakukan oleh warga Kelurahan Tugu bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN).

“HKAN diperingati setiap tanggal 10 Agustus setiap tahunnya. Kali ini warga bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara berinisiatif mencampurkan cairan eco enzyme ke Situ Pedongkelan,” katanya, Selasa (12/8/2025).

Sakti menuturkan, cairan eco enzyme dibuat dari hasil fermentasi sampah kulit buah, sayuran yang dicampur dengan molase. Eco enzyme yang dihasilkan kemudian dituangkan ke Situ Pedongkelan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dari fermentasi tersebut, warga dan komunitas bisa menghasilkan 2.500 liter eco enzyme.

“Sebagai bentuk perhatian kepada kelestarian lingkungan, sudah kami tuangkan 2.500 liter dari sampah organik sebesar 750 kg,” ujarnya.

Dia berharap, hasil eco enzyme tersebut diharapkan dapat menjaga kelestarian Situ Pedongkelan. Tidak hanya itu, pembuatan eco enzyme yang dilakukan dapat membiasakan masyarakat dalam memanfaatkan sampah.

“Ini bisa menjadi sarana pemberdayaan warga karena produk turunan eco enzyme bisa bernilai ekonomis karena dapat dibuat menjadi sabun cuci, sabun badan, maupun obat luka,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here