Atasi Volume Sampah, Warga dan Aparatur Kelurahan Kukusan Bentuk Damaskus

118
Warga dan apartur kelurahan Kukusan saat menunjukkan budidaya maggot.

Laporan: Aji Hendro
Warga dan aparatur wilayah Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, melakukan budiyada maggot dengan nama Damaskus atau Kandang Maggot Masyarakat Kukusan.

Lurah Kukusan, Abdul Manan kepada wartawan mengatakan, upaya budidaya magggot merupakan upaya Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, dalam mengatasi persoalan sampah organik yang menunjukkan hasil positif.

“Terbaru, kelurahan kami ini resmi memiliki hanggar maggot bernama Damaskus (Kandang Maggot Masyarakat Kukusan), sebagai bentuk penguatan gerakan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri,” katanya.

Manan mengungkapkan, hanggar tersebut diresmikan pada, Selasa (08/07/25) dan berlokasi di Jalan Palakali Raya, RW 06, Kukusan. Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan melibatkan peran aktif warga.

“Alhamdulillah, kami telah meresmikan hanggar maggot Damaskus dengan harapan dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga potensi ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan hanggar dimulai pada Juni dan mulai beroperasi sejak awal Juli 2025. Dalam pengelolaannya, pihak kelurahan menggandeng warga yang memproduksi makanan olahan. Limbah organik dari usaha rumahan itu dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

“Sudah ada warga yang rutin menyuplai sampah organik dari usaha makanan. Ke depan, kami berencana bekerja sama dengan rumah makan dan pelaku usaha kuliner lainnya untuk memperluas sumber pakan maggot,” jelasnya.

Manan berharap, kehadiran Damaskus dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan perekonomian warga. Selain mengurangi volume sampah organik, maggot dewasa hasil budidaya juga bisa dijual sebagai pakan ternak.

“Ini langkah kecil yang berdampak besar. Sampah terurai, lingkungan bersih, warga pun berpeluang mendapat tambahan penghasilan,” jelasnya.

Di lokasi sama, Ketua Lembaga Pemberdayan Masyarakat setempat, Syaifudin menambahkan, LPM sebagai mitra kelurahan mendukung program budidaya maggot.

“Kami dukung program ini dalam upaya penanganan sampah di lingkungan,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here