Proyek Masjid di Eks Pocin 1 Sudah Dibatalkan, DPRD Dukung Wali Kota Bangun Sekolah Inklusi

1232
H. Igun Sumarno | Anggota DPRD Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Depok, H. Igun Sumarno mengegaskan, kebijakan Wali Kota Depok, H. Supian Suri yang akan menjadikan sekolah eks SDN Pondokcina 1 menjadi sekolah untuk anak istimewa (Inklusi) sudah tepat.

Pasalnya, Igun menyebut bahwa proyek pembangunan Masjid Al-Quddus di eks SDN Pocin 1 Beji sudah dibatalkan oleh Gubernur Jawa Barat sebelumnya yakni Ridwan Kamil.

“Ini kebijakan Pak Wali Kota wajib didukung, karena kebijakannya sudah matang, sudah dikaji dan sudah diperhitungkan oleh Pemerintah Kota Depok. Tentu kami sangat mendukung kebijakan Pak Wali untuk membangun sekolah inklusi,” ujar Igun kepada Jurnal Depok, Rabu (21/05/25).

Tak hanya itu, Igun juga merasa yakin rencana wali kota untuk menambah sekolah inklusi di Depok akan didukung masyarakat luas.

“Sekolah inklusi ini sangat dibutuhkan di Kota Depok, karena jumlahnya masih sangat jarang dan bisa dihitung jari. Bukan berarti kami tidak butuh masjid, tapi kalau masjid di mana-mana sudah ada,” paparnya.

Igun yang juga menjabat Ketua DPD PAN Kota Depok, juga mengajak Anggota DPRD Depok yang tergabung dalam Koalisi Perubahan Depok Maju untuk sama-sama mengawal kebijakan tersebut.

Sebelumnya, Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan membangun Masjid Jami Al Quddus di lahan SDN Negeri Pondokcina 1 Beji resmi dibatalkan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Depok sebelumnya, Mohammad Idris usai menjadi imam Shalat Istisqa di Halaman Balaikota Depok.

“Kalau sekarang belum ada, kan duitnya juga sudah dicabut sama gubernur, gubernurnya juga kan sudah hilang. Itu urusan nanti, yang jelas sekarang belum ada (rencana bangun masjid,red), gubernur juga sudah mencabut duitnya, kalau mau cari sumbangan-sumbangan silahkan,” kata Idris kepada wartawan, Rabu (04/10/23).

Idris menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana Pemerintah Kota Depok untuk membangun SDN Pocin 1 itu menjadi sebuah masjid.

“Sampai saat ini belum ada rencana lagi, tanahnya masih begitu. Kami saat ini fokus menyelesaikan RKB di SDN Pocin 05 untuk para siswa gabung sekolah di pagi hari dan sebagian di siang hari, mudah-mudahan sih bisa di pagi hari semua dengan tambahan enam lokal,” paparnya.

Idris mengaku tidak kecewa lantaran Gubernur Jawa Barat yang saat itu dijabat Ridwan Kamil menarik kembali anggaran untuk pembangunan Masjid Jami Al Quddus yang telah membuat gaduh masyarakat Kota Depok beberapa waktu lalu.

“Enggak boleh kecewa, harus tetap optimis bahwa pembangunan di masyarakat itu biasa, ada yang kurang senang, ada yang senang banget dan ada yang biasa saja senangnya,” ungkapnya.

Hingga kini, Idris belum memastikan lahan eks SDN Pocin 01 itu akan dijadikan apa.

“Akan kami lihat kedepan peruntukannya untuk apa, memang ada sebagian masyarakat yang mengajukan tetap didirikan masjid, namun akan kami lihat dan pertimbangkan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here