
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri membuka kegiatan pasar tumpah atau pasar rakyat takbiran di Jalan Sejajar Rel Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.
“Atas nama pemerintah juga mengizinkan pasar tumpah pasar rakyat ini yang sudah sekian tahun dari tahun 70-an. Ini mewariskan budaya dari orang tua kita dulu, walaupun sekarang Depok sudah menjadi kota banyak mall,” katanya, Minggu (30/03/25).
Dia berharap kegiatan yang sudah menjadi tradisi di Kampung Lio ini berjalan dengan tertib, aman dan nyaman.

“Mudah-mudahan kegiatan ini buat kebaikan kita semua, sekali lagi ini saya titip juga kepada panitia tidak ada yang kehilangan termasuk juga kendaraan yang parkir dan yang datang ke sini tolong dijaga,” ujarnya.
Supian berharap, jangan sampai ada pengunjung yang ingin bergembira akan tetapi terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Jadi sekali lagi panitia bertanggungjawab penuh terhadap hal ini, tentunya dukungan dari teman-teman kepolisian, Pol PP, juga untuk terus semua monitor kegiatan di sini sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.
Pasar Rakyat Takbiran di Kampung Lio diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan kebutuhan Lebaran dengan harga yang lebih terjangkau.
“Semoga pasar ini menjadi sarana bagi kita untuk saling membantu sesama, terutama bagi mereka yang masih membutuhkan persiapan menjelang Idul Fitri. Keberadaan pasar ini telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Depok, bahkan sebelum Kota Depok terbentuk,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk menjaga tradisi ini tetap berjalan, selama tidak mengganggu ketertiban umum.
“Pasar ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum Kota Depok terbentuk. Kami ingin kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat ini tetap berjalan, selama tidak mengganggu ketertiban umum,” ungkapnya.
Ketua penyelenggara Pasar Rakyat, Ismail menambahkan, mekanisme dalam perjalanan pasar malam takbiran terkait dengan penyelenggaraan ini bahwa sudah beberapa tahun yang lalu dilaksanakan dan sudah menjadi tradisi atau kebiasaan di wilayah kampung Lio.
“Pasar tumpah yang mana pasar ini tumpah meriah di Jalan Dewi Sartika, dulupun sebelum Depok menjadi kota dimana listrik juga belum ada. Namun demikian semuanya berjalan dengan baik tanpa ada unsur kepanitiaan, semuanya berjalan menjadi satu sejarah. Mempertahankan budaya kita di Kampung Lio,” pungkasnya. n Aji Hendro








