Waspada Penyakit Katastropik, Anggota DPR Ajak Masyarakat Jalani Pola Hidup Sehat

25
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji mengimbau kepada warga Kota Depok untuk mewaspadai penyakit Katasporik yang bisa menyebabkan kematian. Dikatakan bahwa pola hidup bersih sehat (PHBS) mencakup kebersihan lingkungan, pencegah penyakit menular. Termasuk pola makan sehari-hari.

“Kita mendorong masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat melalui kegiatan sosialisasi Germas,” kata Nuroji saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Penyakit Tidak Menular dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bersama Politeknik Kemenkes Banten di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Kamis (21/5/2026).

Ditegaskan bahwa, PHBS harus dilakukan dengan tujuan agar masyarakat sehat sehingga bisa menekan biaya kesehatan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Nuroji menyoroti soal pola makan keseharian yang menjadi timbulnya penyakit. Dalam hal ini penyakit katastropik seperti jantung, stroke dan jenis penyakit lainnya.

Menurutnya, penyakit katastropik menjadi perhatian serius. Sebab berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah penyakit ini banyak diderita masyarakat Indonesia.

“Salah satu penyebab timbulnya penyakit yaitu dari pola makan. Saat ini jenis penyakit katastropik yang timbul akibat pola makan banyak diderita masyarakat kita,” sambungnya.

Pihaknya juga menyoroti banyaknya anak muda yang mengidap penyakit katastropik yang membuat dirinya prihatin. Sehingga ia menilai pentingnya sosialisasi Germas dilakukan kepada masyarakat.

“Sekarang fenomenanya, banyak anak muda usia 25 tahun terkena penyakit jantung, stroke, cuci darah. Makanya kita terus gencarkan sosialisasi Germas karena penyakit tersebut terjadi karena kurangnya edukasi,” tukasnya.

Sekadar diketahui, sosialisasi Germas merupakan kolaborasi antara Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan selaku mitra kerja.

Dalam kesempatan tersebut Nuroji juga sekaligus melakukan penandatanganan komitmen pencegahan penyakit tidak menular bersama masyarakat Kota Bekasi dan stakeholder kesehatan. Kegiatan sosialisasi Germas tersebut bertemakan sosialisasi program pencegahan dan pengendalian penyakit menular dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Dia mengatakan kegiatan sosialisasi germas ini dalam rangka memberikan pengetahuan, pemahaman, dan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya kesehatan. Mendorong masyarakat menjalankan pola hidup sehat melalui sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Di lokasi sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Banten, Suhartini menambahkan, kegiatan sosialisasi Germas bertujuan guna menguatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat.

Sosialisasi ini menjadi bentuk kolaborasi dari Kemenkes selaku unsur eksekutif dengan DPR RI selaku lembaga legislatif dan masyarakat, demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

Dia mengatakan terdapat langkah-langkah penting dalam rangka menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Langkah tersebut merupakan bagian penting dari pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) yang beresiko dialami oleh masyarakat.

“Masyarakat harus ingat dan menerapkan PATUH (Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik),” katanya.

Dia menyampaikan Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman. Yang termasuk kategori PTM ini diantaranya adalah stroke, penyakit jantung koroner, kanker, diabetes melitus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Bahwa cara mencegah penyakit tidak menular yaitu dengan Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.

“Mudah mudahan dengan kita melakukan pola kesehatan ini, kita selalu sehat. kalau masyarakat indonesia sehat maka menjadi Indonesia yang lebih hebat dan kuat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here