
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) yang menaungi SMK Lingga Kencana akan memanggil panitia pelaksana dan EO Travel penyelenggara kegiatan studi tour hingga mengalami kecelakaan di Subang, Jawa Barat.
Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Sosial, Deddy Ahmad Mustofa menuturkan, akan memanggil panitia pelaksana perpisahan untuk menggali informasi soal pemilihan bus yang disewa.
“Silakan saudara panitia mengambil data, uji kelayakan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Deddy berharap, semua pihak akan mendapat informasi yang jelas, apakah kecelakaan tersebut terkait kendaraan yang tidak layak atau faktor manusia. Untuk menginvestigasi apakah bus tersebut sebenarnya layak atau tidak sebelum terjadinya kecelakaan ini, pihak sekolah menyerahkannya kepada kepolisian.
Hingga saat ini yayasan masih fokus penanganan siswa yang masih menjalani perawatan di sejumlah Rumah Sakit.
Pengurus Yayasan Kesejahterean Sosial Bidang Informasi, Dian Nurfarida mengatakan hal yang sama bahwa yayasan akan memanggil panitia termasuk travel perjalanan.
“Dari hasil pemanggilan ini nantinya akan diketahui proses penyewaan bus Putera Fajar bus pertama. Sementara bus dua dan tiga PO busnya berbeda. Kami akan panggil mereka sehingga diketahui bus yang alami kecelakaan tersebut,”katanya.
Dia mengatakan, acara perpisahan siswa kelas tiga telah dilakukan berdasarkan kesepakatan pihak panitia, guru dan wali murid. Total ada 157 murid dan guru yang berangkat dengan menyewa tiga unit bus.
Dian mengaku pesan tiga unit bus melalui agen travel resmi. Dia bahkan menegaskan, pihak panitia telah melakukan pengecekan terlebih dahulu. Sehingga menurut dia panitia merasa yakin akan tiga PO bus tersebut.
“Dari awal kami merasa yakin dengan PO ini. Kalau tidak yakin, kami tidak memberangkatkan bus ini,” jelasnya.
Namun ketika ditanya perihal salah satu bus yang dipakainya dinyatakan izin berkendaranya telah kedaluwarsa, Dian mengatakan dua bus lainnya dalam kondisi layak.
SMK Lingga Kencana menyerahkan permasalahan kondisi bus yang mengalami kecelakaan di jalan turunan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, saat mengangkut rombongan study tour siswa kepada pihak kepolisian.
“Kami serahkan ke polisi untuk melakukan pengecekan. Yayasan Kesejahteraan Sosial setelah menyelesaikan proses pemakaman para korban, segera menggelar rapat bersama pihak berwenang untuk menentukan langkah menanggapi kondisi bus,” tukasnya.
Menurut dia, pihak yayasan awalnya begitu yakin menggunakan jasa PO bus berplat AD 7524 OG, meski bukan langganan karena setiap tahun PO yang digunakan berbeda.
“Penyewaan dilakukan dengan resmi. Kami dari awal sudah sangat yakin dengan PO ini,” ujarnya.
Dian mewakili yayasan menyampaikan duka cita untuk keluarga korban dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Depok yang telah membantu penanganan para korban dengan begitu cepat.
“Yayasan koordinasi dengan pihak terkait sehingga kecelakaan dapat ditangani dengan baik dan cepat. Siswa selamat telah disambut oleh Pak Wali Kota dini hari. Mudah-mudahan mereka diberikan kekuatan atas musibah ini,” pungkasnya. n Aji Hendro








