
Bojongsari | jurnaldepok.id
Rencana Pemerintah Kota Depok untuk menjadikan kawasan Bojongsari sebagai Margonda 2 sejak beberapa tahun silam kini mulai terwujud. Hal itu dibuktikan dengan makin banyaknya investor yang berinvestasi di wilayah tersebut.
“Secara hitungan dan realisasi anggaran, Bojongsari itu cukup bagus, fisiknya 100 persen dan realisasi keuangan 94 persen, ini cukup bagus dari sisi serapan anggaran. Begitu juga dari sisi pembangunan, tinggal nanti penataan-penataan seperti trotoar dan PJU,” ujar Idris, Selasa (30/01/24).
Pernyataan itu disampaikan Idris usai membuka acara Musrenbang Tingkat Kecamatan Bojongsari yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bojongsari.

Idris menambahkan, saat ini pihaknya tengah focus untuk melakukan penataan tempat pelayanan publik seperti Pembangunan kantor kelurahan. Dimana, tahun ini ada empat kantor kelurahan yang akan dibangun di wilayah Bojongsari yakni Kelurahan Duren Seribu, Duren Mekar, Curug dan Kelurahan Serua.
“Kalau dibilang terealisasi persis belum, karena bagaimana pun dulu Margonda merupakan pusat kegiatan ekonomi yang sudah ada di sana. Namun jika diprosentase saat ini suda mencapai 60 persen (Margonda 2,red), tinggal nanti kerja sama dibagian tertentu dengan pemerintah pusat,” paparnya.
Dikatakan Idris, Jalan Raya Bojongsari merupakan wewenang pemerintah pusat. Sehingga, kata dia, penataan trotoar, separator hingga PJU menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.
Sementara itu Camat Bojongsari, Rijal Farhan menambahkan, saat ini wilayah Bojongsari telah mengalami kemajuan yang cukup pesat.
“Seiring perkembangan zaman, ada beberapa wilayah yang menjadi wacana Margonda 2 ini sudah berjalan. Jika bicara perkembangan, Bojongsari saat ini mengalami perkembangan yang luar biasa,” tandasnya.
Rijal mengungkapkan, jika dilihat dari beberapa pelaku usaha mulai dari property hingga kuliner, Bojongsari mengalami perkembangan signifikan.
“Memang masih ada kekurangan khususnya di jalur utama, karena itu menyangkut kebijakan pemerintah pusat. Namun kami berharap trotoar, separator dan PJU segera ditata sebaik mungkin, karena ini jalur nasional dan tidak bisa diintervensi melalui APBD Depok,” terangnya.
Hadir dalam kegiatan Musrenbang tersebut Anggota DPRD Dapil Sawangan, Bojongsari Cipayung, Kapolsek, Danramil, para lurah, LPM, karang taruna, PKK dan tokoh masyarakat.
Seperti diketahui, saat ini pembangunan di wilayah Bojongsari begitu massif. Bahkan di sektor property, kini diperkirakan sudah mencapai ratusan pengembang membangun perumahan di wilayah tersebut.
Sementara dibidang kuliner, berbagai macam merek rumah makan maupun restoran cepat saji juga mulai menjamur. Hal itu diiringi dengan daya beli masyarakat yang cukup tinggi. n Rahmat Tarmuji








