
Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Wahid Suryono mengatakan, transformasi digital melalui pembayaran digital terus meningkat di Kota Depok. Tercatat, pembayaran digital di tahun 2023 mencapai 22,4 juta transaksi.
“Berdasarkan data dari Bank Indonesia Kota Depok menduduki posisi ke-4 se-Jawa Barat atas penggunaan merchant Qris (pembayaran digital). Kota Depok memiliki jumlah merchant Qris yang cukup tinggi, yaitu menempati posisi ke-4 dengan total 419.044 unit,” katanya.
Sementara untuk volume transaksinya, kata dia, ada 22,4 juta kali sepanjang tahun 2023 yang didominasi oleh penggiat UMKM.

Ia mengimbau, para penggiat UMKM di Kota Depok untuk segera beradaptasi dengan transaksi bisnis secara digital melalui pembayaran nontunai.
“Transformasi digital diperlukan sebagai akselerator pemulihan ekonomi dan penguatan fondasi perekonomian untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Langkah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan inklusivitas ekonomi yang berkesinambungan, mulai dari masyarakat, para pelaku usaha, terutama UMKM. Perkembangan teknologi memaksa kita untuk terus melakukan adaptasi,” paparnya.
Ia menambahkan, transaksi digital memungkinkan individu menjadi lebih produktif dengan memanfaatkan keahlian dan potensi agar lebih maksimal, khususnya pada UMKM.
Wahid menerangkan, implementasi pembayaran digital di masyarakat umum akan mendatangkan lebih banyak konsumen untuk melakukan transaksi jual beli. n Aji Hendro








