
Cipayung | jurnaldepok.id
Warga Peduli AIDS (WPA) Kecamatan Cipayung memperingati hari AIDS se-dunia dengan melaksanakan sosialisasi penanganan AIDS. Kegiatan dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Nurul Sofwa, Ratujaya.
Ketua WPA Cipayumg, Pandu Rista kepada wartawan mengatakan, memperingati Hari AIDS pihaknya bersama kader melaksanakan sosialisasi penanganan AIDS untuk siswa PKBM Nurul Sofwa.
“AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang berarti kondisi di mana Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit,” ungkapnya dalam sosialisasi.

HIV AIDS, kata dia, tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling signifikan di dunia, terutama di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Diperkirakan 24 ribu infeksi HIV baru dan 26 ribu kematian akibat penyebab AIDS terjadi pada tahun 2022.
Pandemi HIV tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu, tetapi juga mempengaruhi rumah tangga, komunitas, dan pengembangan dan pertumbuhan ekonomi bangsa.
“Penyakit ini bisa menular dari hubungan lawan jenis yang berganti-ganti pasangan. Selain itu, penularannya juga bisa melalui air ludah dan penggunaan jarum suntik yang berulang,” katanya.
Dia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan kader pendamping ODHA Kecamatan Cipayung yang dimana kepala PKMB Nurul Sofwa juga kader pendamping ODHA untuk Kelurahan Ratujaya yang turut dihadiri Lurah Ratujaya, Bambang Sugiharto.
Dalam sesi tanya-jawab, para pelajar terlihat sangat antusias menyampaikan pertanyaan terkait bahaya AIDS. Termasuk soal bagaimana cara mengenal gejala dini penyakit AIDS.
Sementara itu Kepala PKBM Nurul Sofwa, Eliyana mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh WPA Cipayung dalam pencegahan AIDS di kelompok belajar. n Aji Hendro








