Rumah Warga di Kalimulya Ambruk, Pasangan Suami Istri Luka-luka

15
Anggota TNI saat membantu warga yang rumahnya ambruk di Kalimulya.

Cilodong | jurnaldepok.id
Satu unit rumah di Gg Pedati RW 04 Kelurahan Kalimuya, Kecamatan Cilodong, tiba-tiba roboh dan menimpa pasangan suami istri (pasutri).

Salah seorang penghuni rumah, Lili Winarsih kepada wartawan mengatakan sebelum kejadian cuaca turun hujan disertai angin kencang.

Dia mengatakan sempat mendengar suara dari bagian tembok salah satu ruangan sebelum bangunan ambruk. Tak lama kemudian, sejumlah bagian rumah runtuh dan menimpa dirinya bersama sang suami.

“Tiba-tiba ambruk bangunan rumah yang kami huni,” katanya, kemarin.

Lili menduga kondisi konstruksi kayu rumah yang sudah keropos, ditambah hujan deras dan angin kencang, menjadi penyebab bangunan tersebut ambruk. Dia dan suami mengaku sangat ketakutan saat peristiwa itu terjadi menimpa.

“Tulangan kayu kami lihat sudah keropos, engak tahu apa karena ada hujan deras dan angin kencang,” ujarnya.

Akibat tertimpa reruntuhan, kedua korban mengalami luka di bagian kepala. Sementara suaminya harus mendapatkan tiga jahitan, sementara Lili mengalami luka yang membutuhkan delapan jahitan.

“Alhamdulilah sudah dapat penanganan medis oleh pihak puskesmas,” ceritanya.

Sementara itu, petugas SLRT Kelurahan Kali Mulya, Dewi setelah adanya kejadian tersebut warga bersama pihak Kelurahan, Koramil, Polsek, damkar mengevakuasi barang barang di lokasi kejadian.

Warga sekitar langsung mengevakuasi kedua korban ke Puskesmas Kali Mulya untuk mendapatkan perawatan darurat, karena pendarahan di kepala. Lili mendapat tiga jahitan di kepala, sedangkan istrinya harus menerima total delapan jahitan pada bagian kepala dan bibir.

“Saat ini korban menumpang sementara di rumah tetangga sambil menunggu ketersediaan rumah kontrakan baru,” katanya.

Rumah itu sebenarnya telah diajukan masuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kementerian Sosial, namun terkendala lantaran status tanahnnya. Keluarga korban tergolong warga tidak mampu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari pekerjaan sang istri sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) serabutan.

“Usulan RTLH terganjal masalah kelengkapan surat kepemilikan tanah yang masih dalam pusaran sengketa,” ucapnya.

Ketua RW 08 sekaligus Pokmas Kelurahan Kali Mulya, Ahmad Safrudin, mengonfirmasi bahwa pihak kelurahan telah mengajukan proposal bantuan darurat.

Koordinasi dilakukan bersama Kecamatan Cilodong untuk menyalurkan bantuan logistik melalui Baznas, PMI, dan Tagana Kota Depok. Selain itu, pengurus RT 01 RW 04 menggalang swadaya masyarakat untuk mencarikan hunian kontrakan sementara bagi keluarga korban

“Pengurus lingkungan bergotong royong mencarikan kontrakan agar keluarga korban dapat beristirahat dengan layak,” katanya.

Di lokasi lain, bencana angin puting beliung menerjang sejumlah pemukiman warga di wilayah RT02, RT03 RW06 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilodong.

Peristiwa tersebut menyebabkan belasan rumah mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara di lapangan, tercatat kurang lebih 15 rumah warga terdampak akibat terjangan angin kencang ini, dengan rincian mengalami kerusakan kategori berat, sedang, hingga ringan.

Tim Siaga Bencana (Tagana) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) yang didampingi oleh unsur pengurus RT dan RW serta Ketua LPM Kelurahan Kalibaru sudah ke okasi kejadian.

“Kurang lebih ada 15 rumah mengalami kerusakan. Para petugas Tagana dan PMI didampingi RT, RW saat ini sudah mendatanya,” kata Ketua LPM Kalibaru Kecamatan Cilodong, Rudi.

Petugas gabungan bersama warga saat ini tengah fokus melakukan pendataan secara menyeluruh serta membantu proses penanganan awal di lokasi terdampak. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here