
Tapos | jurnaldepok.id
Perselisihan antara warga RT 07 RW 01 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, dengan warga Perumahan Zenix diselesaikan dengan musyawarah. Kedua belah pihak akhirnya saling memaafkan.
“Ya sudah dimediasikan antara kedua belah, mereka saling maaf memaafkan,” kata Camat Tapos, Zarkasih, Selasa (14/10/2026).
Zarkasih menambahkan, melalui mediasi yang berlangsung secara kekeluargaan, kedua belah pihak akhirnya saling menyampaikan permohonan maaf dan sepakat menyelesaikan persoalan tanpa memperpanjang perselisihan.
Dengan tercapainya kesepahaman melalui mediasi, perselisihan antara warga RT 07 RW 01 Kelurahan Jatijajar dan penghuni Perumahan Zenix dinyatakan selesai.
Kedua belah pihak diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, menjaga silaturahmi, serta mengedepankan toleransi dan komunikasi demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Sementara itu, Kasie Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan kedua belah sudah berdamai. Polisi, TNI, Kelurahan memediasi warga RT 7 dan Perumahan Zenix Cim di Jatijajar, Depok, yang berselisih akibat teguran pembakaran sampah. Kasus itu kini berakhir damai.
“Sudah selesai mediasi semalam dan diselesaikan damai,” katanya.
Diberitakan kejadian perselisihan berawal dari pembakaran sampah dan unggahan media sosial. Perselisihan terjadi ketika Soleh, warga RT 07 Kelurahan Jatijajar membakar sampah di kebunnya.
Asap dari pembakaran tersebut menyebar hingga memasuki area Perumahan Zenix dan mengganggu kenyamanan salah satu penghuni, yakni Agung.
Merasa terganggu, Agung kemudian merekam dan mengunggah kejadian tersebut melalui media sosial TikTok dan Instagram.
Namun, unggahan itu dinilai menyudutkan keluarga Soleh sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di pihak yang bersangkutan.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian Tim Maung Kota Depok yang melakukan pengecekan langsung ke lokasi pembakaran sampah dengan didampingi staf RW 01, Rozak Ruskanta.
Berdasarkan keterangan dalam kronologi kejadian, pembakaran sampah tersebut dilakukan saat itu dan tidak ditemukan persoalan lanjutan di lokasi. Meski demikian, unggahan di media sosial memicu kesalahpahaman di antara kedua pihak.
Keluarga Soleh meminta agar video tersebut dihapus, tetapi permintaan itu tidak dipenuhi oleh Agung. Situasi kemudian berkembang hingga warga melakukan pemagaran jalan akses menuju Perumahan Zenix.
Ketegangan kembali meningkat pada Minggu sore ketika Agung hendak memasuki kawasan perumahan. Kendaraan yang dibawanya ditempatkan di tengah jalan karena akses dalam kondisi dipagar, sehingga menghambat warga RT 07 yang hendak melintas.
Kondisi tersebut memicu emosi warga dan mendorong perlunya langkah cepat untuk mencegah terjadinya konflik lebih lanjut. n Aji Hendro








