
Cilodong | jurnaldepok.id
Pimpinan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Qolbun Salim, KH. Naim Mukhtar mengatakan, di era jaman sekarang ini santri kedepannya itu harus kuat iman. Selain itu, santri juga harus cerdas dunianya, dan lurus niatnya.
“Zaman sekarang tidak cukup hanya jadi santri yang pintar ngaji kitab saja,” katanya saat menghadiri Hari Santri Kota Depok di Alun-Alun Timur Kecamatan Cilodong, Rabu (21/10/2026).
Dia menambahkan, santri harus siap tiga hal. Pertama, menjadi benteng aqidah. Dimana Santri harus paling paham mana halal-haram, mana sunnah-bid’ah, mana yang boleh diikuti dan tidak.
Kedua, santri jadi pemenang dunia dan bukan korban dunia. Dimana kedepannya, santri jangan sampai kalah saing.
“Harus bisa memanfaatkan HP untuk dakwah, bisa usaha, bisa kerja, bisa bahasa. Jangan sampai santri hanya bisa ceramah tapi tidak bisa cari nafkah yang halal,” tegasnya.
Dan yang ketiga, kata dia, santri menjadi pemimpin akhlak. Dimana orang tidak akan ingat santri itu juara kelas berapa.
“Orang akan ingat santri itu sopan, jujur, amanah, tidak sombong. Kedepannya santri jangan sampai kalah saing,” tukasnya.
Sementara untuk Pondok Pesantren Qlbun Salim yang berada di Kalibaru, Cilodong kedepannya akan mencetak santri yang Qur’ani cinta Al-Qur’an.
“Sebab, apa arti ribuan hafalan jika kejujuran masih diabaikan, apa arti tingginya ilmu jika kepedulian terhadap sesama justru memudar,” katanya.
Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi juga menjadi cermin untuk mempertanyakan.
“Sudahkah ilmu yang dipelajari membawa manfaat bagi umat dan perubahan bagi negeri,” tambahnya.
Sebab, Santri sejati tidak hanya pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi berani memperjuangkannya dalam kehidupan.
“Mengaji untuk menerangi hati, berilmu untuk membenahi negeri, dan berakhlak untuk menjaga bumi,” pungkasnya. n Aji Hendro








