
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dibawah kepemimpinan Wali-Wakil Wali Kota Depok, H. Supian Suri-Chandra Rahmansyah menepati janji kampanyenya dengan melakukan pelebaran Jalan Raya Sawangan.
Dimana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok telah memulai tahapan pekerjaan proyek pelebaran Jalan Raya Sawangan yang dimulai dari Simpang Parung Bingung hingga Jalan Pemuda Sawangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro mengatakan, untuk tahap pertama pihaknya fokus pada pelebaran bidang Jalan Raya Sawangan-Jalan Muchtar sebelah kiri arah Sawangan, mulai dari depan Pet Shop Pertigaan Parung Bingung, hingga depan Jalan Pemuda Sawangan Baru sepanjang 440 meter yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 18.554.333.770.
“Ya, untuk realisasi tahun ini kami fokus pada pelebaran Jalan Raya Sawangan sebelah kiri arah Sawangan,” ungkap Yodi Joko Bintoro.
Dikatakannya pekerjaan pelebaran bidang jalan raya harus dilalukan secara bertahap guna meminimalisir potensi gangguan aktivitas lalu lintas.
Sementara Diky dari PT. Varas Ratubadis Prambanan selaku pihak kontraktor pelaksana proyek mengaku optimis bakal menyelesaikan pekerjaan proyek rekonstruksi Jalan Raya Sawangan-Raya Muchtar sesuai batas waktu yang ditentukan.
“Kami punya waktu 85 hari kalender untuk menyelesaikan proyek rekonstruksi Jalan Raya Sawangan-Raya Muchtar, mudah mudahan tidak ada kendala sehingga proyek ini bisa selesai akhir bulan Desember,” ujar Diky.
Dikatakannya, sebelum memulai pekerjaan pembangunan konstruksi bidang jalan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pembongkaran terhadap puluhan bangunan terdampak proyek pelebaran, termasuk dua buah jembatan yang berlokasi di perbatasan wilayah Parung Bingung dengan wilayah Sawangan Baru.
Kebijakan Dinas PUPR melaksanakan pekerjaan pelebaran Pertigaan Parung Bingung dalam dua tahap disambut baik oleh warga dan pengguna jalan.
Ketua RW 03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Misbahudin mengaku dapat memahami jika pelaksanaan pekerjaan pelebaran bidang jalan Pertigaan Parung Bingung dilakukan secara bertahap.
Sebab, lanjut dia, jika pekerjaan pelebaran dilaksanakan sekaligus dalam waktu bersamaan dipastikan akan berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas.
“Untuk skema pelaksanaan kegiatan pekerjaan saya rasa sudah tepat, karena jika kiri kanan dikerjakan secara bersamaan maka akan memicu penambahan kemacetan,” ungkapnya. n Asti Ediawan








