Atasi Ikan Mati, PKMLK PNJ Bantu Petani Olah Air Kolam Menggunakan Elektrokoagulasi Tenaga Surya

214
Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Lektor Kepala PNJ saat memberikan bantuan mesin Elektrokoagulasi Tenaga Surya.

Bojongsari | jurnaldepok.id
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Lektor Kepala (PKMLK) merupakan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penerapan hasil penelitian dari dosen dengan jabatan fungsional akademik Lektor Kepala.

Hasil penelitian daharapkan dapat memberikan dampak atau dimanfaatkan oleh masyarakat nasional, industri, atau perusahaan nasional/BUMN.

Ketua Pelaksana PKMLK, Danang Widjajanto mengatakan, Politenik Negeri Jakarta telah menggandeng mitra Kelompok Tani Mina Lestari yang berlokasi di RW 05, Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari, Depok. Jumlah petani ikan sebanyak 22 orang dengan wilayah pemasaran di sekitar Jabodabek.

“Pada saat ini permasalahan yang dihadapi para petani ikan terkait dengan kualitas air yang bersumber dari kali. Di sepanjang aliran kali banyak berdiri usaha ternak ayam, kambing, rumah makan dan industri rumah tangga lainnya,” ujarnya.

Dikatakannya, ketika debit air kali menyusut dan banyak air limbah yang dibuang ke kali, maka kandungan racun dan tingkat kekeruhan air menjadi meningkat dan terjadi penurunan oksigen yang terlarut dalam air. Akibatnya hampir setiap hari ada ikan yang ditemukan mati karena kekurangan oksigen dan menghirup air yang mengandung racun. Tingkat kematian ikan tertinggi ditemukan pada ikan gurami mencapai sekitar 30 s/d 50 persen.

“Untuk memperbaiki kulitas air baku yang bermasalah tersebut dilakukan pengurangan padatan terlarut atau partikel polutan yang terbawa dalam aliran air. Proses penurunan padatan terlarut dilakukan secara bertahap dimulai dari penegendapan dalam bak pengendap, dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan zeolit dan memproses secara elektrokoagulasi,” paparnya.

Terkait hal tersebut, Sabtu (15/08/2026) selama satu hari telah dilakukan pelatihan pemakaian alat pengolah air kolam ikan secara elektrokoagulasi bertenaga surya yang merupakan hasil perancangan berdasarkan data penelitian para dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.

Sebelum acara dimulai terlebih dahulu dilakukan penanda tanganan berita acara penyerahan bantuan alat pengolah air kolam oleh Ir. Danang Widjajanto,M.T. selaku ketua pelaksana yang didampingi Endang Saepudin AMD. DIPL.HE. dan sejumlah mahasiswa PNJ sebagai anggota pelaksana pengabdian, kepada Tasrifudin selaku Ketua Kelompok Tani Mina Lestari.

Alat pengolah air kolam tersebut berupa bak penampung air (DAM) yang dibuat dua ruang bersekat, masing-masing ruang berukuran panjang 3 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1,2 meter.

Ruang kesatu berfungsi untuk mengendapkan lumpur dan memisahkan sampah yang terbawa air. Sedangkan ruang kedua digunakan untuk menampung limpasan air dari ruang kesatu yang dilengkapi zeolit untuk menyaring polutan, racun dan kotoran yang terbawa air.

Sementara pada ruang kedua juga dilengkapi peralatan proses elektrokoagulasi bertenaga surya yang berfungsi untuk menyerap dan menggumpalkan kotoran dan racun yang terdapat dalam air sebagai gumpalan-gumpalan yang sangat mudah diendapkan kedasar kolam. Dengan demikian air kolam menjadi lebih jernih dan sehat serta tingkat kalarutan oksigen dalam air menjadi semakin banyak yang dapat memberikan dampak pada peningkatan pertumbuhan dan perbaikan kesehatan ikan.

Pada pelatihan tersebut selain dihadiri oleh para anggota Tani Mina Lestari turut hadir pula antara lain Sekretaris RW 05, Nurmansyah dan Ketua Dewan Kemakmuran Musholla An Nur, H. Achmad Syakuri SH.

Sebelum dilakukan praktek pengolahan air, terlebih dahulu disampaikan paparan yang berkaitan dengan teori dan prosedur pengolahan air oleh ketua pelaksana. Dalam penyampaian paparan tersebut dijelaskan bahwa alat yang digunakan mampu menurunkan kekeruhan air dan racun serta meningkatkan oksigen yang terlarut dalam air.
.
Ketua Kelompok Tani Mina Lestari, Tasrifudin mengatakan, bantuan peralatan dan pelatihan pengolahan air kolam tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang cara penanggulangan dan pengolahan air kolam yang lebih praktis dan sederhana.

“Kami berharap pelatihan-pelatihan dan bantuan teknologi tepat guna seperti ini lebih ditingkatkan di masa mendatang, sehingga kedepan dapat menambah ketrampilan dan pengetahuan tentang cara mengolah air kolam yang lebih sederhana dan efektif,” ungkapnya.

Politeknik Negeri Jakarta melaui program PKMLK selain memberikan pelatihan tentang cara mengolahan air yang lebih cepat dan efisien juga menyerahkan alat pembangkit tenaga surya, pompa air beserta sarana penunjang lainnya yang dilengkapi dengan panduan tata cara penggunaannya.

Sementara itu, Sekretaris RW 05 Duren Mekar, Nurmansyah berharap kepada PNJ untuk dapat lebih banyak menyumbangkan dan menularkan ilmu pengetahuan khususnya bagi para Petani Ikan Mina Lestari dan umumnya masyarakat Duren Mekar yang berhubungan dengan budidaya ikan konsumsi dan teknologi tepat guna pengolah air kolam yang lebih sempurna dan efisien.

Kepada para Petani Mina Lestari diharapkan untuk dapat memanfaatkan sumbangan peralatan tersebut dan merawatnya dengan sebaik-baiknya dan mengembangkan kelompok Tani Ikan konsumsi lainnya dimasa yang akan datang, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang ikut berperan aktif dalam budidaya ikan konsumsi,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here