Harga Kacang Kedelai Melonjak, Pengrajin Tahu Terancam Gulung Tikar

287
Salah satu pengrajin tahu AS yang berada di wilayah Limo.

Limo | jurnaldepok.id
Melonjaknya harga kacang kedelai dalam yang disertai dengan turunnya daya beli masyarakat ternyata sangat berdampak terhadap kelangsungan usaha pembuatan Tahu yang notabene menggunakan bahan baku kedelai.

Manajer Produksi dan Pemasaran Pabrik Tahu AS, Puji mengaku sangat terpukul dengan kenaikan harga kacang kedelai dalam beberapa bulan terakhir sebab kata dia kenaikan harga bahan baku pembuatan Tahu berbarengan dengan melemahnya daya beli masyarakat sehingga semakin menyulitkan bagi produsen tahu hanya untuk sekedar bertahan.

“Bayangkan harga Kedelai sekarang mencapai Rp 11.500 per kilo dan disisi lain pemasaran hasil produksi turun akibat daya beli masyarakat yang cenderung terus melemah, kondisi ini jelas sangat mengancam keberlangsungan usaha kami, dan perlu diketahui di beberapa daerah sudah banyak produsen Tahu yang tutup usaha alias gulung tikar karena hasil penjualan tak lagi bisa menutupi biaya produksi,” ujar Puji.

Dikatakannya salah satu dampak dari tingginya harga Kedelai, pihaknya terpaksa mengistirahatkan sebagian karyawan karena uang hasil penjualan tak bisa menutupi biaya operasional dan honor karyawan.

“Semula pabrik Tahu kami memproduksi sebanyak dua ton kedelai setiap hari, namun seiring terus melonjaknya harga kedelai, produksi kami semakin menurun bahkan sekarang kami hanya memproduksi 1,2 ton kedelai saja, dan merumahkan sementara enam karyawan,” imbuhnya.

Dia berharap ada intervensi dari Pemerintah agar untuk menurunkan kembali harga dasar kedelai demi keberlangsungan kegiatan usaha para pengrajin Tahu dan Tempe yang notabene dikelola oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here