Daftar Online Bermasalah, Posko SPMB Diserbu Orang Tua Siswa

18
Terlihat ratusan orang tua siswa saat mendatangi posko SPMB.

Margonda | jurnaldepok.id
Ratusan orang tua siswa mendatangi posko pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok di Gedung Dibaleka Kota Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas.

Mereka mendatangi posko pengaduan SPMB karena adanya masalah dan kendala saat melaksanakan pendaftaran anaknya melalui jaringan online.

Salah satu perwakilan orang tua siswa, Yogi kepada wartawan mengatakan, keponakannya ditawari pendaftaran SPMB melalui koleftif di sekolahnya dengan biaya sekitar Rp 300 ribu.

“Akan tetapi saya himbau engak usah biar saya saya daftar online, karena kalau kolektif melalui sekolah dikenakan biaya,” katanya, Selasa (16/6/2026).

Kemudian, keponaknnya mendaftar melalui online SPMB Dinas Pendidikan Kota Depok secara mandiri dengan mengisi username, pasword.

“Kemudian saya daftarkan dan sudah diverifikasi oleh panitia SPMB pihak SD di Bedahan, Sawangan,” ujarnya.

Pelaksanaan pendaftaran berjalan aman dan lancar sesuai dengan aturan dan tahapan SPMB Dinas Pendidikan Kota Depok.

“Kemudian siangnya saya cek kok pihak di SMP 25 Depok belum melakukan verikasi,” ungkapnya.

Kemudian keponakannya datang ke SMPN 25 Depok dan bertemu dengan panitia atau operator sekolah.

“Pihak SMPN 25 Depok meminta saya menunjukan surat pernyataan mutlak yang dikirim,” tukasnya.

Kemudian dicek oleh panitia SPMB SMP 25, dan hasilnya dibikin balik lagi oleh petugas SD ke titik SD.

“Pihak panitia SPMB SMPN 25 Depok mengarahkan agar kami datangi posko pengaduan Dinas Pendidikan di Balaikota, untuk merubah titik koordinat,” tukasnya.

Dikarenakan panitia SPMB di SMP 25 Depok tidak bisa mengembalikan titik koordinat alamat siswa.

“Jadi dugaan saya apa karena tidak ikut SPMB secara kolektif keponakan saya titik koordinat rumahnya bisa dimainkan dan dipindahkan oleh operator sekolahnya,” jelasnya.

Orang tua siswa lainnya, Ranti warga Sukmajaya menambahkan, dia harus mendatangi posko pengaduan SPMB Dinas Pendidikan Depok untuk memperjuangkan anaknya untuk mendaftar ke sekolah yang dituju melalui jalur prestasi.

“Saya datang untuk meminta bantuan verifikasi data, karena saat mendaftar SPMB online mengalami kendala,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono mengatakan, aplikasi SPMB mengalami gangguan atau error saat diakses pendaftar.

Menurut Wahid, kepadatan ini murni terjadi akibat lonjakan pendaftar yang luar biasa besar di hari pertama pembukaan jalur domisili untuk tingkat SMP.

Tingginya antusiasme masyarakat ini rupanya jauh melebihi prediksi Disdik. Mayoritas orang tua yang datang ke posko ternyata bertujuan untuk memperbaiki kesalahan input data pribadi. Kesalahan yang paling sering ditemui adalah penentuan titik koordinat rumah yang meleset, serta kekeliruan dalam memasukkan nomor Kartu Keluarga (KK).

Di sisi lain, kebijakan pengalihan pendaftaran Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dari sistem offline ke online turut menyumbang kepanikan. Banyak akun orang tua yang belum selesai diverifikasi sistem, sehingga memicu kekhawatiran dan membuat mereka berbondong-bondong datang langsung ke posko.

Sebagai informasi, tahun ini jumlah SMP yang melayani RSSG mengalami peningkatan, dari 47 menjadi 52 sekolah.

“Memang tidak semua sekolah itu kan ada di bawah Kemendikdasmen ya, ada juga yang di Kemenag,”katanya.

Untuk mengurai antrean yang tak kunjung surut, Disdik Depok telah mengambil beberapa langkah strategis di lapangan. Salah satunya dengan penambahan personel. Jumlah petugas pelayanan ditambah secara bertahap, dari awalnya 6-7 orang menjadi 9 orang, hingga total kini mencapai 15 petugas.

Selain itu, orang tua yang hanya perlu memperbaiki nomor KK atau titik koordinat tidak perlu lagi ikut mengantre panjang. Mereka cukup mengisi formulir manual yang disediakan, lalu diperbolehkan pulang.

Wahid memastikan bahwa seluruh warga yang datang dan mengantre akan dilayani hingga tuntas, bahkan jika petugas harus lembur sampai malam hari.

“Pendaftaran jalur domisili dan RSSG dibuka pada hari Senin dan Rabu. Hari Selasa khusus digunakan untuk optimalisasi layanan perbaikan,” ujarnya.

Panitia SPMB Dinas Pendidikan Kota Depok, Bahrudin, mengatakan posko atau helpdesk dibuka mulai 22 Mei hingga 7 Juli 2026. Layanan tersebut dibuka untuk membantu orang tua dan calon peserta didik yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.

“Pengaduan yang paling banyak diterima berkaitan dengan kendala teknis, seperti verifikasi akun, Kartu Keluarga (KK) yang baru terbit akibat perubahan data, serta perbaikan titik koordinat domisili,” tukasnya.

Adapun permintaan pelayanan berupa perbaikan titik koordinat, Disdik memberikan toleransi satu kali perubahan. Proses perbaikan dapat dilakukan melalui sekolah tujuan maupun langsung ke Disdik Kota Depok.

“Perbaikan titik koordinat bisa dilakukan di sekolah tujuan. Kami sudah menyiapkan operator di masing-masing sekolah, sehingga orang tua tidak perlu selalu datang ke Disdik,” jelasnya.

Bahrudin meminta orang tua siswa untuk memahami syarat dan ketentuan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 agar proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here