Warga Tugu Ingin Punya SMA Negeri, Wali Kota Depok Langsung Telepon Kadisdik Jabar

237
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat berbincang dengan warga Kelurahan Tugu, Cimanggis.

Cimanggis | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyerap aspirasi para ketua RW di Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis terkait pembangunan SMA Negeri.

Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, rencana pembangunan SMA negeri di Tugu menjadi prioritas. Dia mendengar aspirasi itu dari warga yang selama ini menginginkan kehadiran sekolah negeri di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para ketua RW dan tokoh masyarakat kompak menyuarakan kebutuhan mendesak akan SMA Negeri di wilayah dengan jumlah penduduk lebih dari 100 ribu jiwa tersebut.

“Harapan terbesar warga Tugu adalah adanya SMA negeri. Dengan jumlah penduduk yang besar, tapi sampai sekarang belum punya SMA negeri,” katanya di Kelurahan Tugu, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, kewenangan pembangunan SMA memang berada di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Akan tetap, kebutuhan akan fasilitas pendidikan tersebut tetap menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah kota dalam menyiapkan dukungan yang diperlukan.

Supian mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) terkait rencana tersebut. Dari hasil kordinasi tersebut, pemerintah provinsi menyatakan siap membangun SMA Negeri di Tugu. Syaratnya, penyediaan lahan dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Provinsi siap bangun, tapi lahannya harus disiapkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut dia, tantangan utama saat ini adalah ketersediaan lahan di Kelurahan Tugu.

Berbeda dengan wilayah Limo yang memiliki fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum), di Tugu pemerintah harus melakukan pembelian lahan secara mandiri.

Dalam diskusi bersama warga, ada usulan dan komitmen kuat dari para RW untuk mendukung pengadaan lahan, bahkan dengan skema pengalihan alokasi dana RW. Di Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis berjumlah 19 RW di Tugu yang siap berkontribusi.

“Kalau satu RW menyumbang Rp200 juta, totalnya hampir Rp3,8 miliar. Ini langkah awal yang menunjukkan keseriusan warga,” ucapnya.

Untuk lahan sekitar 6.500 meter persegi, dengan asumsi harga Rp5 juta per meter, total kebutuhan bisa mencapai sekitar Rp30 miliar.

Supian menuturkan, tidak menutup kemungkinan adanya konsekuensi dari skema tersebut, termasuk potensi pengurangan bahkan penghentian sementara dana RW selama beberapa tahun demi fokus pada pembelian lahan.

“Bisa saja empat sampai lima tahun dana RW tidak dialokasikan karena difokuskan untuk pembelian lahan SMA negeri. Ini bentuk komitmen bersama,” jelasnya.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menunda kebutuhan mendasar warga. Pemkot Depok akan tetap mencari solusi terbaik agar pembangunan SMA Negeri di Tugu dapat segera terwujud.

“Prinsipnya, dengan segala keterbatasan, kita harus memprioritaskan kebutuhan warga. SMA negeri di Tugu ini menjadi prioritas,” katanya.

Sementara itu Ketua RW di Kelurahan Tugu, Junaedi Sitorus mengatakan, rencana lokasi SMA Negeri di Tugu ada di Jalan M Jasin belakang SPBU.

“Lahannya sudah ada dan kami rasa lokasinya strategis untuk dijadikan lokasi SMA,” katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here