RT-RW Bedahan Resmi Dilantik, Wali Kota Wanti-wanti Penggunaan Dana RW Rp 300 Juta

409
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat menyerahkan SK Pelantikan kepada salah satu RW di Bedahan.

Sawangan | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri meminta kepada para pengurus lingkungan untuk memaksimalkan penggunaan anggaran pembangunan berbasis RW sebesar Rp 300 juta / RW untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan dilingkup wilayah RW sesuai kebutuhan di masing masing wilayah.

Demikian disampaikan Supian saat menghadiri pelantikan 84 Ketua RT dan 16 Ketua RW Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kamis (09/04/26).

“Pertama saya ucapkan selamat kepada para Ketua lingkungan yang telah dilantik, berkaitan dengan pelaksanaan program pembangunan saya berharap para Ketua lingkungan dapat mengoptimalkan anggaran pembangunan berbasis RW sesuai kebutuhan sehingga memiliki nilai manfaat maksimal,” papar Supian.

Lebih lanjut orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan arahan soal penanganan masalah sampah yang tak dapat dipungkiri telah menjadi momok bagi warga perkotaan termasuk bagi warga Kota Depok.

Dalam kaitan itu, Supian meminta kepada para ketua lingkungan agar bisa menjadi motivator bagi warga dalam penanganan dan penanggulangan sampah di wilayah masing masing.

“Penanganan soal sampah hendaknya dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat sehingga sampah yang tadinya dianggap sebagai masalah bisa disulap menjadi berkah karena sejatinya semua jenis sampah memiliki nilai ekonomis baik sampah organik maupun sampah non organik,” imbuhnya.

Terkait penerapan dana anggaran pembangunan berbasis RW, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Rizal Antoni mengaku siap melakukan pengawasan secara menyeluruh prihal penggunaan anggaran berbasis RW seraya memastikan untuk tahun ini sebagian besar anggaran akan dioptimalkan untuk pembiayaan perbaikan fasilitas umum.

“Pada prinsipnya kami siap mengawal penggunaan dana pembangunan yang dikelola oleh para pengurus lingkungan, dan sesuai kebutuhan saat ini penggunaan dana pembangunan cenderung akan dioptimalkan untuk membiayai perbaikan sarana prasarana umum yang masih banyak belum mendapat alokasi anggaran perbaikan namun meski demikian pemenuhan anggaran untuk menu wajib tentu akan menjadi prioritas yang harus diutamakan,” tutup Bule sapaan Rizal Antoni. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here