

Cimanggis | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok jakan memberikan perhatian kepada umat Hindu, termasuk dukungan anggaran sebesar Rp100 juta untuk pasraman atau Lembaga Pendidikan Umat Hindu.
Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan itu saat menghadiri perayaan puncak Hari Raya Nyepi Dharmasanti di Pura Prajapati Purna Pralina, Cimanggis.
Supian menyampaikan bahwa umat Hindu merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Kota Depok. Ia menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai pemimpin yang mengayomi seluruh warga tanpa membeda-bedakan.
“Kami akan terus menjaga harmonisasi yang telah terbangun. Pemerintah Kota Depok juga akan memberikan perhatian kepada umat Hindu, termasuk dukungan anggaran sebesar Rp100 juta untuk pasraman,” katanya, Senin (27/4/2026).
Selain itu, Pemkot Depok bersama DPRD berencana menjalin kerja sama melalui MoU untuk pembiayaan tenaga pengajar di pasraman agar tidak ada lagi pungutan biaya. Program pendidikan gratis bagi sekitar 150 siswa juga akan terus ditingkatkan, termasuk perhatian terhadap para guru yang mengajar di pasraman.
Wali kota menyampaikan apresiasi kepada Dankor Brimob serta seluruh stakeholder atas dukungan dan kontribusi dalam menjaga keharmonisan di Kota Depok. Ia berharap semangat kebersamaan dalam perayaan Nyepi ini dapat menjadi kebanggaan bersama.
“Selamat Hari Raya Nyepi. Harmonisasi yang terjalin hari ini adalah kebanggaan Kota Depok,” ujarnya.
Ketua Banjar Purna Widya, Nyoman Agus Asrama dalam sambutannya menyampaikan, perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam” yang berarti seluruh dunia adalah satu keluarga.
Tema tersebut menjadi landasan dalam memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Nyepi tidak hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga sosial kemasyarakatan.
Salah satunya melalui kegiatan Saka Deva Boghanam berupa pembagian takjil kepada umat muslim sebagai wujud toleransi dan kebersamaan.
“Kita adalah satu keluarga besar. Umat Hindu juga berkontribusi dalam pembangunan Kota Depok dan DKI Jakarta,” katanya.
Selain itu, berbagai kegiatan turut memeriahkan perayaan, seperti lomba keagamaan, pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang sebelumnya digelar di kawasan Monumen Nasional sebagai bagian dari pelestarian tradisi budaya, serta rangkaian upacara suci seperti Melasti sebagai simbol pembersihan buana agung dan buana alit.
Umat Hindu juga menjalankan Catur Brata Penyepian serta kegiatan yoga sebagai bagian dari penyatuan diri manusia dengan Tuhan. Puncak acara ditandai dengan pelaksanaan Dharmasanti yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. n Aji Hendro








